Senin, 18 Nov 2019

Diduga Salah Obat, Pasien RSUD dr Djasamen Saragih Kota P Siantar Meninggal

Selasa, 11 Februari 2014 13:21 WIB
SIB/Harianto Siregar
JUMPA PERS: dr Edison Sitanggang, dr Meilan br Silitonga, dr Edison Sitanggang, serta Humas, dr Andi Rangkuti, juga dr Namso saat jumpa pers diruangan Melati, RSUD dr Djasamen, terkait meninggalnya pasien almarhum Robinson Sitorus akibat diduga salah obat
Pematangsiantar (SIB)- Diduga meninggal akibat kesalahan obat, pasien Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djasamen Saragih, Kota P Siantar, Robinson Sitorus, warga Jalan Jati Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, meninggal di ruangan Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), Sabtu (8/2).

Pihak keluarga tidak terima dan berencana mempertanyakan hal tersebut. “Kalau almarhum sudah dimakamkan, barulah kita minta petunjuk istri dan anak-anaknya.

 Bila memang tidak wajar atau kesalahan obat, keluarga besar akan membawa ke jalur hukum,” kata salah seorang adik Robinson, Erwin Sitorus (50), Senin (10/2).

Menurutnya, pihak keluarga merasa kematian korban tidak wajar, sebab sudah sempat berangsur pulih setelah seminggu dirawat. Namun akibat diduga adanya kesalahan obat yang diberikan salah seorang paramedis, korban terpaksa harus dilarikan ke ruangan ICCU.

Erwin Sitorus menjelaskan, abangnya dirawat sejak Sabtu (1/2). Selama ditangani paramedis, kondisinya mulai membaik sehingga pihak keluarga merencanakan pulang ke rumah, Senin (10/2).

Tetapi Sabtu (8/2) siang, kondisi kesehatan korban semakin memburuk akibat diduga setelah mengonsumsi obat yang diberikan petugas medis usai serapan pagi.

Mengetahui kondisi almarhum memburuk, keluarga kemudian memutuskan memasukkan korban ke ruangan ICCU. Namun kondisinya semakin buruk dan akhirnya meninggal sekitar pukul 19.00 WIB.

“Awalnya kondisi abang sudah mulai membaik, namun setelah memakan obat yang diberikan petugas medis, seusai serapan pagi, sorenya kondisi abangku memburuk sehingga harus dilarikan ke ruangan ICCU dan sekitar pukul 19.00 WIB meninggal,” ujar Erwin, sembari menunjukkan obat merek Isoniazid 75 mg atau Pyrazina 50 mg yang dikonsumsi almarhum.

Direktur RSUD Djasamen Kota Siantar dr Ria Telaumbanua didampingi dr Edison Sitanggang, dr Meilan br Silitonga, dr Edison Sitanggang, Humas dr Andi Rangkuti, juga dr Namso saat jumpa pers menjelaskan pasien Robinson Sitorus dirawat di RSUD dr Djasamen akibat menderita penyakit komplikasi yaitu diabetes, paru dan hypertensi, gangguan liver dan jantung.

Selama dalam perawatan, korban sering mengalami batuk dan sesak, kondisi kaki almarhum membengkak. Maka untuk menangani ke tiga penyakit yang diderita almarhum ada 3 dokter spesial yaitu dr spesialis paru ( dr Edison Sitanggang, dr Meilan br Silitonga, dr Sahat Situmorang).

“Untuk membantu pernapasan almarhum kita harus memberikan oksigen apabila tidak badan korban langsung membiru,” kata dr Edison.

Lebih lanjut dr Edison Sitanggang menjelaskan, pada saat menjalani perawatan, kepada medis, almarhum juga mengakui bahwa pada tahun 2012 telah pernah menjadi pasien penyakit paru, namun karena telah merasa sembuh almarhum memutuskan hanya menjalani perawatan selama empat bulan saja, sementara penderita penyakit paru penanganannya harus enam bulan.

“Untuk menagani sesak yang dialami almarhum, kami harus mengobati penyakit parunya dengan memberikan obat paru jenis Isoniazid 75 mg atau Pyrazina 50 mg. Almarhum juga dilarikan ke ICCU karena mengalami hypertensi hingga mencapai 240/120,” ujar dr Edison. (C7/x)



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments