Selasa, 22 Okt 2019

Diduga Limbah Pengolahan Getah Karet Perkebunan GJ Cemari Parit di Desa Binanga II Labusel

admin Senin, 19 Agustus 2019 13:59 WIB
SIB/Dok
LIMBAH: Air parit di kawasan perusahaan perkebunan karet Dusun Tanjung Berungin II Desa Binanga II Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diduga tercemar limbah pengolahan getah karet perkebunan GJ.
Kotapinang (SIB) -Air dalam parit saluran warga Dusun Tanjung Beringin II Desa Binanga II Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan berubah menjadi jorok berwarna kehitaman dan menebar aroma bau. Air tersebut diduga tercemar limbah getah karet perkebunan milik GJ .

Seno (30), warga Desa Binanga II Kecamatan Silangkitang kepada wartawan, Jumat (16/8) di Kotapinang mengatakan, buangan air limbah perusahaan perkebunan pengolahan karet itu membuat air sakuran parit berubah menjadi jorok dan menebar aroma bau yang sangat menyesakan menjadikan warga sekitar banyak mengidap kulit gatal-gatal.

"Jangankan ikan, manusia saja pusing dan sesak bernafas mencium baunya. Sudah bertahun-tahun lamanya masyarakat sekitar melihat dan merasakan bau busuk dari air yang berada di kawasan perkebunan karet GJ Silangkitang," katanya.

Menurutnya, akibat terjadinya pencemaran lingkungan tersebut, saat ini masyarakat resah karena air tercemar limbah getah karet tersebut pasti akan berdampak timbulnya bibit penyakit merebak di tengah-tengah warga masyarakat.

Sementara warga lainnya Raja Saholi juga menyampaikan perihal yang sama bahwa warga Desa Binanga II Sikangkitang yang tinggal berdekatan dengan perusahaan perkebunan karet GJ mengalami pencemaran. Persoalan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan perusahaan perkebunan karet milik A alias Y ini sudah lama terjadi. Tapi, tindakan tegas dari pemerintah/penegak hukum maupun dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Selatan juga belum ada.

"Kami warga yang tinggal di Dusun Tanjung Beringin II Desa Binanga II Silangkitang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Labusel melalui BLH agar lebih peduli akan keselamatan lingkungan hidup terutama pada perusahaan-perusahaan yang keberadaannya di tengah-tengah pemukiman warga secepatnya membersihkan saluran parit yang menjadi pembuangan limbah," harapnya.

Kepala Desa Binang II Silangkitang, RM Murno kepada SIB mengaku belum mendapat informasi dari masyarakat terkait air dalam parit saluran perkebunan GJ itu tercemar akibat pembuangan limbah pengolahan getah karet.

"Belum menerima informasi adanya limbah pengolahan getah karet mencemari air parit di kawasan perkebunan GJ. Saya akan memastikan hal itu ke lapangan," kata RM Murno.

Sementara pihak managemen perkebunan GJ saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler tidak berhasil.
Menanggapi keluhan masyarakat Dusun Tanjung Beringin II ini, ketua DPC PDIP Labusel H Zainal Harahao mengharapkan BLH Kabupaten Labusel tidak ragu-ragu memberikan sanksi tegas bagi perusahaan perkebunan karet di Kecamatan Silangkutang yang tidak melakukan pengolahan dan pengendalian limbahnya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apabila sudah sampai mencemari lingkungan, usulkan saja perizinan perkebunan karet itu dicabut. Kita sebagai wakil rakyat siap mendukung," kata politisi senior PDIP itu. (L05/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments