Jumat, 15 Nov 2019

Dampak Erupsi Sinabung, Pasaran Hortikultura Menurun Drastis di Pasar Roga Berastagi

Sabtu, 08 Februari 2014 15:32 WIB
SIB/Alexander Hr Ginting
TERPAKSA DIPANEN: Para petani terpaksa memanen kentang yang masih berusia 40 hari akibat kerusakan batang akibat kena abu vulkanik erupsi Sinabung, Jumat (7/2) di Simpang Desa Sukatepu.
Berastagi (SIB)- Pasokan beragam hortikultura sejak erupsi Sinabung menurun cukup drastis. Biasanya tiap hari mencapai 600 ton lebih/hari aneka hortikultura dipasarkan di pajak “Roga” simpang Ujungaji, Berastagi, kini tinggal 200 ton/hari. Data ini sesuai jumlah timbangan sekitar 30 buah di lokasi pajak yang berpusat di pasar Roga.

Demikian dikatakan Ka UPT Pasar Berastagi Tamat Purba kepada SIB, Jumat (7/2) di Berastagi.

Penurunan ini tidak hanya bersumber dari wilayah zona merah, tapi juga meliputi berbagai wilayah di luar zona merah, radius 5 km dari gunung Sinabung.

Kerusakan tanaman sayur-mayur akibat abu vulkanik dan awan panas juga meliputi wilayah-wilayah di luar zona merah dan termasuk wilayah di luar wilayah Tanah Karo.

Banyak petani gagal panen atau memaksa panen lebih awal akibat kerusakan batang atau rusak akibat mati karena pucuk layu. Kentang misalnya. Kalau batang sudah terkena awan panas atau abu vulkanik, dalam waktu dekat, batang akan mati dan busuk. Sedangkan buah masih menunggu kematangan sampai masa panen usia 90 hari, tutur Purba.

Sejumlah petani yang dijumpai SIB, Jumat (7/2) sedang memanen kentang di perladangan simpang desa Sukatepu Kecamatan Namanteran, atau sekitar 6 km dari Sinabung mengakui pihaknya terpaksa memanen karena kerusakan batang.

Usia kentang masih berusia 40 hari, namun karena kena abu vulkanik, batang rusak sehingga tidak bisa mencapai usia 90 hari untuk masa panen. (BR2/q)





T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments