Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Daerah Irigasi Rambung Merah Kecamatan Siantar Longsor, 1100 Hektare Lahan Padi Sawah Terancam Kekeringan

Daerah Irigasi Rambung Merah Kecamatan Siantar Longsor, 1100 Hektare Lahan Padi Sawah Terancam Kekeringan

Jumat, 17 Januari 2014 14:10 WIB
SIB/Bambang J Sitanggang
DAERAH IRIGASI RAMBUNG MERAH:Inilah Daerah Irigasi Rambung Merah yang mengalami longsor sepanjang lebih kurang 55 meter akibatnya lebih kurang 1100 hektare lahan padi sawah milik para petani di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Siantar maupun Gunung Maligas te
Simalungun (SIB)- Daerah Irigasi (DI) Rambung Merah Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun longsor sepanjang lebih kurang 55 meter beberapa hari lalu. Akibatnya lebih kurang 1.100 hektare (Ha) lahan padi sawah milik para petani  di 2 Kecamatan yakni Siantar dan Gunung Maligas terancam kekeringan.

Warga Rambung Merah berharap pihak pemerintah segera melakukan perbaikan saluran irigasi tersebut agar tanaman padi sawah milik warga yang sudah berusia 45 sampai dengan 60 hari tidak mengalami kekeringan air, kata seorang warga marga Lubis saat menyambut kedatangan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM beserta rombongan yang meninjau Daerah Irigasi Rambung Merah, Kamis (16/1).

Turut mendampingi bupati, Sekda Drs Gidion Purba MSi Kadis PSDA Resman H Saragih SSos, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Imman Nainggolan SSos, Kadis PU Bina Marga Johanes Gurning SP, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Mixnon A Simamora SIP, Kepala BP4Kdan KP Ir Debora DPI Hutasoit MSi, Camat Siantar Kadance Naiborhu SE, Camat Gunung Maligas Dikman Purba.

Pangulu Nagori Rambung Merah Martua Simarmata kepada bupati mengatakan, saat ini masyarakat berharap penanganan daerah irigasi bisa ditanggulangi agar tanaman padi milik warga tidak mengalami kekeringan.

Sementara Bupati saat meninjau daerah irigasi yang longsor mengatakan saluran irigasi itu akan ditanggulangi sambil  berkoordinasi dengan pihak Pemprovsu.

Menurut bupati, sebenarnya daerah irigasi tersebut tanggung jawab Pemprovsu, meski demikian sedaya mampu kita saluran irigasi ini akan kita perbaiki.

Mudah-mudahan dalam waktu 1 minggu saluran irigasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mengaliri areal padi sawah milik para petani. Untuk itu diharapkan kepada Pangulu Nagori (kepala desa) maupun camat untuk membuat surat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kata Bupati. (C17/x)


 

T#gs simalungun
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments