Senin, 21 Okt 2019

Terkait Pencemaran Sungai Perlabian Kampungrakyat

DPRD Labusel Minta Dinas Lingkungan Hidup Tegas

admin Jumat, 20 September 2019 19:14 WIB
Kotapinang (SIB) -Anggota DPRD Labusel dari Fraksi Partai Golkar, M Romadon Nasution mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Labusel untuk tegas terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT GSL yang diduga telah mencemari Sungai Perlabian di Desa Perkebunan, Kecamatan Kampungrakyat.

Desakan itu dikatakan Romadon kepada SIB di Kotapinang, Kamis (19/9). Menurutnya, pencemaran yang terjadi telah merusak ekosistem alami sungai tersebut.

"Kami berharap DLH tegas memberikan sanksi. Ini harus menjadi contoh, sehingga memberikan efek jera terhadap perusahaan lain untuk tidak lagi mencemari sungai," katanya.

Disebutkan, karena tidak adanya sanksi tegas selama ini, membuat pencemaran sungai berulang kali terjadi. Menurutnya, PKS terkesan tidak takut membuang limbah ke sungai, karena selama ini perusahaan yang melanggar hanya disuruh membersihkan sungai dan menabur benih ikan.

"Untuk kali ini perusahaan harus diberikan tindakan tegas hingga pemberhentian beroprasinya pabrik itu, agar memimbulkan efek jera bagi perusahaan," katanya.

Romadon mengaku akan membawa permasalahan tersebut ke pimpinan DPRD. Menurutnya, dewan akan mengambil sikap secara kelembagaan untuk menindak tegas perusahaan yang mencemari Sungai Perlabian.

"Saya juga mendesak Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu untuk mengusut kasus tersebut. Karena sampai sekarang ini pencemaran masih terjadi di Sungai Perlabian. Kalau perlu orang yang bertanggung jawab ditangkap," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD IPK Kabupaten Labusel, Abdullah MN Situmorang mengecam PKS PT GSL yang belum mengambil langkah perbaikan terhadap kondisi alami Sungai Perlabian yang telah tercemar. Menurutnya, tindakan perusahaan tersebut jelas-jelas melanggar peraturan lingkungan hidup dan melecehkan Pemkab dan kepolisian.

"Kami mendukung langkah dewan untuk membawa kasus ini ke permasalahan hukum. Sungai bukan tempat penampungan limbah PKS. Para pelaku harus bertanggung jawab, kalau perlu ditangkap," katanya.

Kepala DLH Labusel, Syarifuddin mengatakan sudah mengirim tim ke lokasi untuk mengambil sampel air sungai pada sejumlah titik. Menurutnya, sampel air tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diuji. "Tim untuk mengambil sempel air sudah turun ke lokasi," katanya. (L06/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments