Minggu, 20 Okt 2019

Cold Storage Rp 17,7 M yang Terlantar di Tapteng Dinilai Belum "Layak Pakai"

admin Kamis, 10 Oktober 2019 17:08 WIB
Ilustrasi
Sibolga (SIB) -Gudang beku terintegrasi (integrated cold storage) atau tempat penyimpanan ikan yang dibangun Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp 17,7 miliar, di Jalan Abdul Rajak Simatupang, Kelurahan Sibuluan, Tapanuli Tengah, dinilai belum layak pakai. Pasalnya, cold storage tersebut belum memiliki instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain IPAL, cold storage tersebut juga belum memiliki water treatment plant atau instalasi pengolahan air dan ice flake atau mesin kristal es. "Standarisasi dari gudang beku pengolahan ikan harus memiliki ketiga fasilitas itu, yaitu pengelolaan limbah, pengelolaan air dan kristal es,'' kata Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Dinas Kelautan dan Perikanan Sibolga, Julius P Sihaloho, Selasa (8/10) di kantornya.

Tetapi, pejabat eselon tiga itu enggan berkomentar lebih jauh terkait belum adanya sarana pendukung dimaksud. Mungkin saja, ucapnya, pihak kementerian membangunnya bertahap pada tahun 2020. Dia mengarahkan wartawan untuk langsung mengonfirmasi pihak kementerian.

Julius menjelaskan, gudang berpendingin itu sudah diserahterimakan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Sibolga pada Januari 2019. Selanjutnya, kata Julius, Dinas Kelautan akan menyerahkan pengelolaannya ke BUMD Pemko Sibolga.

Terkait kekurangan fasilitas pendukung penyimpanan dan pengelolaan ikan, tegas Julius, sudah mereka usulkan ke kementerian. Meski belum memiliki fasilitas, pendukung tersebut menurutnya, gudang sudah bisa dioperasikan.

"Sudah bisa dioperasikan meski tidak ada IPAL, karena limbah pengolahan ikan tidak beracun," katanya.

Disebutkan, dalam pembangunan gudang beku terintegrasi berkapasitas 100 ton tersebut tidak ada dana pendamping dari APBD Sibolga. "Semuanya tanggungjawab kementerian, termasuk pengawas tidak ada dari Dinas Kelautan Perikanan Sibolga," jelasnya.

Sementara Pelaksana Teknis PT TEKADICI Indonesia, Arif yang dihubungi SIB via seluler, Selasa (8/10), tidak mau memberi komentar terkait belum adanya fasilitas pendukung seperti, IPAL, water treatment plant dan ice flake. Arif meminta supaya konfirmasi langsung ke Dinas Kelautan Perikanan Sibolga.

"Lebih jelasnya bapak bisa langsung pertanyakan kepada Dinas Kelautan Perikanan Sibolga selaku pemilik aset ICS (Integrated Cold Storage),"kata Arif.

Pihak kontraktor dan Dinas Kelautan Perikanan Sibolga saling buang badan terkait gudang beku terintegrasi tersebut. Kontraktor melemparkan ke Dinas Kelautan Perikanan, sedangkan Dinas Kelautan Perikanan melemparkan ke Kementerian Kelautan Perikanan. (G04/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments