Kamis, 21 Nov 2019

Caleg DPRD Simalungun Ajak Masyarakat Pahami Makna Pesta Demokrasi

Kamis, 22 November 2018 18:25 WIB
Simalungun (SIB) - Calon legislatif (Caleg) DPRD Simalungun Apri Nopjun Saragih mengatakan, masyarakat sudah sepatutnya memahami makna pesta demokrasi. Segala bentuk praktik politik uang diminta dihindari. 

Namun menurutnya pembicaraan yang berkembang saat ini menjelang pemilihan Caleg DPRD Simalungun justru sebaliknya. Mayoritas masyarakat dinilai lebih cenderung menganggap bahwa pesta demokrasi merupakan pesta bagi-bagi rezeki.

"Sepertinya visi-misi yang selama ini disuarakan oleh petahana kurang dirasakan masyarakat, sehingga masyarakat semakin pesimis dan berkembang istilah, siapapun jadi pemenang sama saja, yang penting cair," ujar Apri di Pamatangraya, Rabu (21/11).  

Katanya, pesta demokrasi akan terwujud maksimal apabila calon pemilih menyadari bahwa dirinya sebagai warga mempunyai hak suara dalam Pemilu tanpa ada unsur tekanan, godaan atau paksaan dari pihak manapun.  

Animo masyarakat yang mengharapkan imbalan uang untuk memilih, katanya akan membuat peserta Pemilu berupaya semaksimal mungkin melakukan money politic atau politik uang. Sementara Caleg yang tidak punya uang dirugikan karena tidak dipilih.  

"Hanya saja masih ada lingkungan masyarakat yang tetap konsisten melihat kontestan, dengan harapan akan ada perubahan yang lebih baik ke depan tanpa menginginkan imbalan sesuatu," imbuhnya. 

Ia memprediksi, bila Caleg mengandalkan uang dalam merebut suara rakyat, maka kualitas anggota DPRD Simalungun bakal buruk. Namun jika masyarakat memilih berdasarkan pengetahuan dan integritas tentunya diperoleh anggota dewan yang lebih baik.

Terpisah, Komisioner KPU Simalungun Puji Rahmad Harahap mengatakan, ada 2 kemungkinan penyebab munculnya praktik politik uang yaitu, akibat lemahnya lembaga pengawasan dan Caleg yang bersangkutan kurang percaya diri untuk dapat memenangkan Pemilu dengan jujur, sehingga berupaya membagi-bagikan uang untuk meraup suara rakyat. 

"Jadi kita sudah sosialisasikan kepada Parpol (Partai Politik) dan masyarakat. Kita minta kepada Parpol untuk tidak melakukan politik uang, sedangkan kepada masyarakat diminta supaya menghindari politik uang," ujar Puji. (D05/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments