Kamis, 19 Sep 2019

Cabai Merah di Tanjungbalai Capai Rp 120-130 Ribu/Kg

admin Jumat, 14 Juni 2019 17:58 WIB
SIB/Regen Silaban
MELAMBUNG : Harga cabai merah di Pasar Tradisional Tanjungbalai melambung tinggi hingga mencapai Rp. 120 ribu -130 ribu per kg, Kamis (13/6).
Tanjungbalai (SIB) -Harga cabai merah di pasar tradisional di Tanjungbalai saat ini mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau Rp 40 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah dan bawang putih Rp 32 ribu dan Rp 34 ribu per kilogram.

Harga itu sesuai pantauan SIB, Kamis (13/6) pagi, di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Veteran, Pasar Suprapto dan Pasar Bahagia Tanjungbalai. Menurut para pedagang, harga cabai melonjak sejak lebaran hingga H+2 lebaran. Namun beberapa hari sempat turun seharga Rp 70 ribu - Rp 80 Ribu per kilogram.

"Semalam harga cabai merah masih Rp 80 ribu per kg tapi hari ini sudah naik menjadi Rp 120 ribu. Dan yang lebih parahnya, saat ini cabai merah susah kita dapatkan, "kata B Togatorop kepada SIB, pedagang di Pasar Veteran Tanjungbalai.

Menurutnya, mahalnya cabai merah itu karena minimnya pasokan dari daerah penghasil seperti Karo, Tapanuli, Simalungun, dan daerah lokal seperti Air Joman Asahan. Sehingga diprediksi, harga itu akan semakin melonjak mengingat stok cabai merah saat ini masih susah didapatkan.

"Sebagai pedagang kita berharap harga cabai ini bisa stabil. Karena secara otomatis penjualan kita juga ikut menurun, karena warga kewalahan dan gak mampu membeli dengan harga setinggi ini, "ucap D Silalahi pedagang di Pasar Bahagia Tanjungbalai.

Shahril Lubis (33) seorang warga juga mengeluhkan tingginya harga cabai tersebut. "Kita selaku konsumen sangat mengeluhkan kondisi harga cabai yang saat ini semakin hari semakin naik. Hari ini saja sudah Rp 130 ribu, besok berapa lagi harganya. Apalagi untuk masalah kebutuhan pokok seperti ini, setiap rumah tangga pasti membutuhkan," keluhnya.

Sementara Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian Nurmalini mengatakan melonjaknya harga cabai karena daerah penghasil cabai , saat ini mengalami erupsi Gunung Sinabung, sehingga mayoritas daerah di Sumut saat ini mengalami lonjakan harga cabai. Sementara stok cabai dari petani lokal tidak memadai.

Dikatakannya, pihaknya juga telah turun ke pasar meninjau harga tersebut dan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut untuk mencari solusi terkait harga cabai tersebut.

"Baru hari ini harga cabai merah melonjak tinggi. Kita juga bersama tim Satgas Pangan sudah turun meninjau. Tindak lanjutnya kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov Sumut untuk mencari solusinya karena beberapa daerah di Sumut juga mengalami hal yang sama. Mudah-mudahan sesegera mungkin diadakan pasar murah sehingga harga cabai bisa normal, " sebut Nurmalini. (A09/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments