Rabu, 21 Agu 2019

Bupati Karo Tinjau Jalur Alternatif Peceren dan Segera Diperlebar

admin Rabu, 12 Juni 2019 12:53 WIB
SIB/Theopilus Sinulaki
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kepala Bappeda meninjau jalur alternatif Peceren-Tongkoh, Selasa (11/6), rencananya akan diperlebar untuk mengantisipasi kemacetan ruas jalan Berastagi-Tongkoh
Tanah Karo (SIB) -Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala PUPR Paten Purba, Kabid Bina Marga PUPR Mitcon Purba dan Camat Berastagi Mirton Ketaren meninjau jalan alternatif Desa Peceren Kecamatan Berastagi, Selasa (11/6). Pasalnya jalur alternatif itu akan diperlebar untuk mengantisipasi kemacetan ruas jalan Tongkoh Berastagi.

"Terlihat jelas, saat libur Idul Fitri, titik kemacetan terdapat di depan hotel Mikie Holiday Berastagi, sehingga dibutuhkan jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan pada saat hari libur. Dengan demikian kendaraan yang melintas tidak harus berjam- jam dari Tongkoh Berastagi," kata Terkelin Brahmana.

Lebih jauh diceritakan, perjalanannya bersama keluarga saat pulang dari Mikie Holiday libur lebaran lalu. Antrian kendaraan mencapai 2 Km dari arah Berastagi-Tongkoh, kendaraan merayappun sulit. Sehingga ia terpaksa mengambil jalur ke arah Dolat Rakyat menuju Tigapanah tembus Kabanjahe.

"Untuk itu, jalur alternatif Peceren-Tongkoh ini segera dibersihkan dan dibuldoser beram jalannya, sebelum pengerjaan peningkatan jalan dilakukan melalui P-APBD 2019," ujar Terkelin.

Sementara Kepala Bappeda Nasib Sianturi menyampaikan, akan berkordinasi dengan Kadus Peceren dan perangkat desa untuk meminta surat pernyataan bagi pemilik lahan pertanian di kiri kanan jalan.s Setelah ada surat ini maka keesokan harinya akan diturunkan alat berat untuk adakan pembersihan. Sebab selama ini lebar jalan 3 meter dan panjangnya 500 meter.

"Setelah pembersihan ruas jalan alternatif itu, arus lalu lintas pada event nasional Festival Bunga dan Buah untuk Berastagi-Tongkoh dapat teratasi. Satlantas Polres Karo bersama Dishub Kabupaten Karo akan memberikan informasi terkait penggunaan jalan tersebut," ungkap Sianturi.

Sementara Sadarman Tarigan selaku perangkat Desa Peceren Sempa Jaya mengemukakan, bahwa jalan tersebut sebenarnya sudah dibebaskan oleh pemerintah dengan lebar jalan 8 meter. Karena tidak diurus dan dirawat oleh dinas PUPR Karo, akhirnya kiri - kanan jalan ini diserobot warga dan dijadikan sebagai lahan pertanian. "Namun demikian dalam 3 hari kedepan semuanya surat tersebut akan diserahkan ke Bappeda, "katanya.

"Kita apresiasi kebijakan Pemkab Karo, ini adalah momen luar biasa bagi kota Berastagi, agar Berastagi sebagai kota asri dan wisata bukan sebagai kota macet," pungkas Tarigan. (K01/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments