Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Bupati Karo Kembali Kirim Surat ke Kementerian PUPR Terkait Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi

Bupati Karo Kembali Kirim Surat ke Kementerian PUPR Terkait Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi

admin Jumat, 01 Februari 2019 12:32 WIB
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH
Tanah Karo (SIB) -Wilayah Kabupaten Karo merupakan salah kabupaten yang sangat strategis di Provinsi Sumatera Utara, termasuk dalam 2 kawasan strategis nasional yakni Kawasan Strategis Nasional (KSN) Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) dan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba. Untuk mendukung dan mengembangkan potensi tersebut, dibutuhkan sarana dan prasarana pendukung, salah satunya tersedianya prasarana transportasi yang handal.

Hal ini dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kamis (31/1) di ruang kerjanya saat menandatangani kedua usulan yang ditujukan kepada Kementerian PUPR di Jakarta, terkait usul pembangunan jalan tol Medan-Berastagi.

Menurut bupati, bahwa usul pembangunan tol ini menindaklanjuti usulan surat pertama tanggal 15 November 2018 lalu, mengingat akses jalan utama dari Medan ke Kabupaten Karo melalui jalan Jamin Ginting dengan jarak sepanjang kurang lebih 70 Km, merupakan akses utama ke KSPN Danau Toba, bahkan jalan dimaksud juga merupakan jalan utama ke Kabupaten Dairi, Pakpak Barat, Simalungun dan provinsi Aceh. "Tetapi sampai saat ini, kapasitas jalan dimaksud sudah tidak memadai lagi sehingga sering terjadi kemacetan, sehingga dibutuhkan jalan alternatif," kata Terkelin menjelaskan.

Lebih jauh dijelaskan Bupati Karo bahwa faktor kemacetan yang terjadi selama ini adalah akibat beberapa hal, antara lain, tingginya volume lalu lintas pada ruas jalan dimaksud khususnya pada saat hari libur. Sering terjadi longsor, apalagi pada saat musim hujan. Di ruas jalan Medan-Berastagi juga banyak terdapat keramaian seperti rumah sekolah, pasar dan permukiman. Bahkan jalur tersebut banyak dilalui kendaraan berat, truk, kendaraan pribadi dan sepedamotor, sehingga sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang berkelok-kelok, konturnya naik turun serta licin pada saat hujan, bebernya.

Di sisi lain, menurut kajian dari Ikatan Cendekiawan Karo Sumatera Utara, jalur Medan-Berastagi tidak memungkinkan untuk dapat menampung arus lalulintas sesuai standar kelancaran arus lalu lintas yang baku. Oleh karena itu, untuk jangka panjang, pembangunan jalan tol Kabupaten Karo-Medan merupakan alternatif yang paling optimal adalah melalui simpang Amplas (pintu keluar) ke Tiga Panah antara Kabanjahe dan Tongging dengan jarak tempuh lebih kurang 45 Km.

Terkelin juga menambahkan, tujuan Pemkab Karo mengusulkan pembangunan jalan tol Medan-Kabanjahe diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian warga di sekitar Danau Toba khususnya Kabupaten Karo, pungkasnya. (B01/f)
T#gs Jalan Tol Kementerian Medan PUPR Pemprovsu SumutKaro
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments