Jumat, 03 Apr 2020

Merasa Dihina Karena Postingan Imbauan Penyebaran Virus Corona

Bupati Humbahas Laporkan Akun Facebook Reobar Munthe ke Polisi

redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 13:59 WIB
SIB/Dok

MOBIL DINAS: Tampak mobil dinas Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor terparkir di halaman Kantor Satreskrim Polres Humbahas, Sabtu (21/3) malam saat membuat laporan polisi tentang dugaan pelanggaran UU ITE.

Humbahas (SIB)
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor melaporkan pemilik akun facebook atas nama Reobar Munthe ke Polres Humbahas, Sabtu (21/3) sekira pukul 18.30 WIB.

Dosmar melaporkan akun facebook itu karena merasa dihina oleh pemilik akun itu pada kolom komentar statusnya yang dibagikan oleh pemilik akun lain.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Ps Paur Subbag Humas Bripka S.B Lolo Bako kepada SIB via selulernya, Minggu (22/3). Dia mengatakan, Dosmar datang membuat laporan ke SPKT didampingi ajudan dan supir pribadinya, dengan nomor laporan polisi nomor : LP/38/III/2020/Humbahas.

"Bupati Humbahas ada melaporkan saudara Reobar Munthe (45), warga Bonanionan Kecamatan Doloksanggul, atas dugaan kejahatan dunia maya/cyber crime dalam negara/lokal. Kejadiannya hari Sabtu, 21 Maret 2020, pukul 16.00 WIB," kata Lolo Bako.

Lebih lanjut Lolo menguraikan, pelaporan itu bermula saat Dosmar Banjarnahor memosting di akun facebooknya yang berisikan tentang imbauan untuk mengurangi penyebaran Virus Corona. Dan status itu dibagikan akun lain di salah satu grup facebook, lalu bermunculan lah sejumlah komentar yang pro dan kontra atas imbauan tersebut.

Adapun isi postingan Dosmar itu, lanjut Lolo menjelaskan, yakni "diinformasikan kepada masyarakat di Humbang Hasundutan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, disediakan masker secara gratis dan bisa diperoleh di RSU Doloksanggul dan Puskesmas terdekat, hanya bagi masyarakat yang merasa sakit flu, batuk dan demam".

Lalu akun atas nama Andy Lumban Gaol, lanjut Lolo menguraikan, membagikan di group facebook Kabari-Kabari Humbahas. Kemudian dikomentari akun atas nama Rapinus Dame Parulian dan Reobar Munthe dengan menyebutkan EQ (Emotional Quotient) bupati anjlok.

"Komentar itu dibalas akun atas nama Reobar Munthe yang berisikan, Pas do na didok lae Rapinus Dame Parulian i (Benar yang dikatakan Rapinus Parulian itu). Sepertinya EQ Dosmar Banjarnahor II selaku Bupati anjlok. Karena komentar tersebut akun atas nama Reobar Munthe dilaporkan ke Polres Humbahas," tukasnya.

Ditambahkan, saat ini laporan itu sedang ditangani Satuan Reskrim Polres Humbahas guna pengembangan lebih lanjut. "Langkah selanjutnya masih dalam proses penyelidikan, dan segera memeriksa saksi-saksi," pungkasnya.

Terpisah Bupati Dosmar Banjarnahor kepada SIB, Senin (23/3) di Doloksanggul mengatakan, tidak mempermasalahkan dirinya dikritik masyarakat sepanjang kritik itu membangun. Namun apabila sudah mengarah ke penghinaan, ia merasa tidak terima.

“Sebenarnya kita tidak masalah dibully. Tapi karena saat ini kita konsentrasi untuk siaga satu dalam hal penanganan antisipasi penyebaran Virus Covid-19, masih ada orang yang menganggap hal itu sepele. Tidak masalah kita dikritik, tapi ketika ada orang menghina padahal kita sudah bekerja keras, itu sangat tidak beradab," ucap Dosmar.

Ditambahkan, jika dalam hal perbedaan politik dirinya dimaki-maki, itu tidak masalah bagi dia. Namun karena sudah mengarah ke privasi, dia tidak akan tinggal diam.

"Itulah sebenarnya dasar kita membuat laporan itu. Kita terlebih dahulu konsultasi dengan polisi. Katanya unsur pidananya memenuhi. Artinya, dengan kondisi masyarakat saat ini yang bersatu padu memerangi Covid-19, masih ada orang yang menganggap itu hal sepele. Dan mengatakan EQ kita anjlok. Bagi saya EQ anjlok itu sama dengan preman pasar," tukasnya.

Pada kesempatan itu, dia kembali menegaskan, bahwa setiap orang memiliki hak untuk memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah. Namun tetap harus melihat konteksnya. Apakah untuk kepentingan umum atau pribadi.

"Bagi saya, silakan saja, suka atau tidak suka dengan kita. Tapi tolong dilihat konteksnya. Kalau dalam hal politik dan dukung mendukung bagi kita itu biasa-biasa saja. Namun ini kan menyangkut nyawa manusia dan sudah menjadi pandemik dunia. Jadi kurang tepat kalau masih ada yang menganggapnya sepele," pungkasnya. (BR8/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments