Selasa, 17 Sep 2019

Belasan Warga Desa Bakkal Sipoltong Mengadu ke DPRD Dairi Terkait Penundaan BPNT

admin Kamis, 12 September 2019 12:38 WIB
SIB/Dok
MENGADU: Belasan warga Desa Bakkal Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi mengadu ke DPRD Dairi terkait pembatalan nama- nama penerima BPNT oleh Kepala Desa Bakkal Sipoltong, Hobbi Calces
Sidikalang (SIB) -Belasan warga Desa Bakkal Sipoltong Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi penerima manfaat bantuan pangan non tunai (BPNT) mendatangi kantor DPRD, Rabu (11/9).

Warga diterima anggota DPRD, Nasib Marudur Sihombing, turut juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Dairi, Sonta Purba dan pihak Bank Mandiri. Kedatangan warga, untuk menyampaikan keluhan terkait penundaan tentang bantuan pangan non tunai. Mewakili warga, Sabungan Simanjuntak, Elida boru Sipayung (33) dan Bunga Intan Sitohang (64) mengatakan, penundaan diketahui warga setelah mendapat surat edaran dari Dinas Sosial Dairi kepada kios penyalur. "Kita mendapat surat edaran dari kios penyalur," ucap mereka.

Setelah mengetahui surat itu, nama-nama yang tercantum dalam surat mendatangi bank penyedia yang dihunjuk dan dikatakan beberapa nama dalam surat itu sudah ditunda kepala desa sebagai penerima BPNT.

Surat edaran itu daftar penerima BPNT dan PKH Desa Bakkal Sipoltong sebanyak 84 kepala keluarga (KK), untuk mengambil kartu keluarga sejahtera (KKS). Namun, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 43 KK, sudah mengambil bantuan tahap pertama dan kedua. Sementara penerima BPNT ditunda kepala desa dan belum menerima bantuan sejak Juni, Juli dan Agustus.

Kepala Dinas Sosial Dairi, Sonta Purba menbenarkan adanya surat kepala desa terkait penundaan nama-nama penerima BPNT, tertanggal 24 Juni 2019 yang ditujukan kepada Dinas Sosial dan Bank Mandiri. Surat kepala desa itu tidak berlaku, nama-nama yang dikeluarkan Kementerian Sosial berhak menerima BPNT tahun 2019.

Terkait pembatalan itu, Sonta mengatakan, akan kembali mendata penerima BPNT dari Desa Sipoltong yang belum mengambil KKS dan bantuan tersebut, untuk kembali disampaikan ke Kementerian Sosial. Karena pengambilan bantuan pangan itu sudah ditutup per 5 Agustus 2019. "Kita akan mengusulkan kembali supaya dibuka, sehingga penerima BPNT bisa mengambil bantuan pangan tahap pertama dan kedua," ucap Sonta.

BPNT sebelumnya adalah bantuan beras sejahtera (Rastra/Raskin). Ganti nama sesuai regulasi. Penerima manfaat mendapatkan bahan pangan berupa beras 10 kilogram dan satu papan telur seharga Rp 110 ribu. Bahan pangan diambil dari kios penyalur yang sudah dihunjuk oleh bank, menggunakan KKS.

Sementara pihak Bank Mandiri diwakili Admin Bansos, Lindung Tumangger mengatakan, pihak bank tidak memberikan kartu karena sudah tutup tanggal pengambilan. Memang ada surat dari kepala desa terkait penundaan nama- nama penerima BPNT, tetapi bagi kami itu tidak sebagai acuan.

Kepala Desa Bakkal Sipoltong, Hobbi Calces Angkat lewat telepon mengatakan, benar membuat surat penundaan nama-nama penerima BPNT. "Kami menolak itu berdasarkan rapat, karena menurut kami mereka yang terdaftar sebagai penerima BPNT itu, sudah layak," ucapnya. (K05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments