Sabtu, 04 Apr 2020

Bedah Rumah Keluarga Miskin dan Tunanetra di Sumbul Tak Kunjung Terealisasi

Rabu, 15 Januari 2014 12:49 WIB
SIB/Edison Parulian Malau
S Siboro dan isterinya M Simangunsong, yang menderita cacat fisik (tuna netra), di Dusun Barisan Pardamean, Desa Tanjung Beringin III, Kecamatan Sumbul Pegagan Dairi, saat memberikan keterangan kepada SIB, Selasa (14/1), tentang janji bedah rumah yang bel
Sidikalang (SIB)- Pendataan yang dilakukan oleh petugas pendataan Bedah Rumah di Kecamatan Sumbul, tidak sesuai dengan realisasinya. Keluarga yang sudah terdaftar dan sudah diambil bukti fisik berupa gambar bangunan rumah, namun bantuan yang bersumber dari pemerintah tersebut tidak kunjung tiba.

Hal itu dialami keluarga S Siboro (57) dan isterinya M Simangunsong (55), yang menderita cacat fisik (tunanetra), di Dusun Barisan Pardamean, Desa Tanjung Beringin III Kecamatan Sumbul Pegagan, Dairi. Diakuinya kepada SIB, Selasa (14/1), petugas pendata sudah mendatangi rumahnya dan mengambil gambar serta meminta berbagai administrasi termasuk KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Mereka sudah datang dan meminta administrasi, mengambil gambar. Namun, kami ketahui orang lain sudah menerima bahan untuk pembangunan rumahnya, untuk kami hinggga saat ini tidak ada. Padahal, yang mendapat itu ada juga orang yang pekonomiannya baik,” ujar Br Simangunsong.

Dalam rumah dengan ukuran 5 X 4 meter tersebut, mereka hidup berdua setelah ditinggal merantau dua orang anaknya, yang salah satunya sudah berumah tangga.

Ditemui SIB di ladangnya yang berdekatan dengan kediamannya itu, Siboro terlihat dituntun untuk kembali ke rumah dan bekerja ala kadarnya saja di ladang.

“Sejak ada bantuan pemerintah kepada keluarga miskin, kami hanya pernah mendapat jatah raskin dan gas elpiji 3 Kg. Raskin juga sudah berhenti sejak Desember 2013 yang lalu. Kami hanya bergantung kepada kemurahan Tuhan saja, dan bisa bertahan hidup sampai saat ini,” ujarnya lirih.

Pantauan SIB, rumah yang berdiri di areal perladangan tersebut masih banyak yang belum layak huni. Selain bangunannya yang belum memenuhi standar layak huni, rumah belum memiliki kamar mandi (MCK), walau masih berjarak lebih kurang 200 meter dari jalan nasional Tanjung Beringin, Sumbul. (BR2/B5/ r)




T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments