Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Bandara di Silangit Inspirasi Bupati Humbahas Menjadikan Sektor Pertanian Prioritas Pembangunan

Bandara di Silangit Inspirasi Bupati Humbahas Menjadikan Sektor Pertanian Prioritas Pembangunan

admin Senin, 08 April 2019 15:00 WIB
SIB/Saut Sihombing
BUKIT INSPIRASI : Inilah pintu masuk ke kompleks Kantor Bupati Humbahas yang disebut "Bukit Inspirasi". Dari sinilah Bupati Dosmar Banjarnahor menggali inspirasi dan ide-ide brilian untuk merobah kemiskinan di daerah itu jadi kesejahteraan dan menjadikannya terspektakuler dibandingkan dengan kabupaten pemekaran lainnya di Sumut.
Medan (SIB) -Kehadiran bandara internasional di Silangit, Taput, telah membuka cakrawala berpikir dan memberi inspirasi kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE untuk menjadikan sektor pertanian prioritas pembangunan Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas).

"Kalau bukan karena pembangunan Bandara Raja Sisingamangaraja XII di Silangit, saya tidak akan pernah berpikir menjadikan sektor pertanian prioritas utama pembangunan Pemkab Humbahas. Dari Bandara yang sangat dekat dengan Humbahas itu, hasil pertanian masyarakat akan mudah dipasarkan ke luar Provinsi Sumatera Utara atau ke luar negeri, tinggal bagaimana agar hasil pertanian daerah ini berkualitas dan jadi unggulan. Terimakasih kepada Presiden Jokowi dan DPR yang menyetujui pembangunan Bandara tersebut. Dan juga kepada Menko Luhut Panjaitan yang mendorong pengembangan Bandara dimaksud hingga statusnya saat ini jadi Bandara Internasional," ujar Dosmar kepada Tim Redaksi SIB yang dipimpin Wakil II Pemred Sumba Simbolon ST didampingi Kepala Biro Redaksi Tapanuli Wilayah 2 Frans Koberty Simanjuntak SH, Wartawan Saut Sihombing SSos dan Eben Ezer Pakpahan SPd, di ruang kerjanya Bukit Inspirasi Doloksanggul, Selasa (2/4).

Awalnya, ujar Dosmar yang didampingi Sekda Humbahas Drs Tonny Sihombing MIP dan Kadis Pertanian Ir Junter Marbun MM, ia melihat potensi alam Humbahas sangat cocok jadi lahan pertanian, ditambah lagi dengan manusianya yang "sesep" atau rendah hati dan pekerja keras. Apa pun itu, katanya, bila alam dan manusia telah menyatu, tidak akan ada lagi kemiskinan.

Gara-gara kemiskinan, orang-orang muda dari Humbahas dan Tapanuli umumnya pergi merantau, sehingga lahan subur yang tersedia jadi terlantar karena tidak ada yang mengolah. Padahal kesejahteraannya di perantauan tidak seberapa. " Makanya saya mengimbau para orangtua di kampung agar melarang anak-anaknya pergi merantau. Cukup bertani di kampung, tapi bertani yang modern dan tidak mengandalkan cangkul lagi. Kalau mereka ulet dan bekerja keras, hidupnya pasti sejahtera," ujar Dosmar.

Gubsu Edy Rahmayadi pun, lanjut Dosmar, sangat bangga dengan produk pertanian Humbahas. Bahkan pada Musrenbang Pemprovsu baru lalu, Pemprovsu berjanji akan memberi 500 ekor kerbau dari 100 ekor yang diminta Pemkab Humbahas.

Jadi menurut Dosmar, konsep mereka sekarang tinggal bagaimana membuat Humbahas menjadi lumbung pangan yang benar, tanpa ada penolakan dari suku dan agama yang mengkonsumsinya. Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya mengimbau warga agar jangan lagi memelihara ternak babi di depan atau di belakang rumah.

"Ternyata yang beli hasil pertanian kita adalah kaum Muslim karena di Sumut mayoritas penduduknya Muslim. Kita harus lihat zaman, kalau mau beternak babi harus di zona tertentu. Atau kita ganti ternak babi jadi kerbau dan sapi," ujarnya seraya mengimbau pengusaha ternak babi agar berinvestasi di zona yang ditetapkan Pemkab.

Dijelaskan Bupati lebih lanjut, kendala yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan pupuk subsidi dan harga jual pascapanen. Kedua masalah ini susah terjawab. Tetapi setelah diselidiki, ternyata sangat sedikit petani yang melaporkan luas tanah pertanian yang diusahainya. Padahal, pemerintahan Jokowi mengalokasikan kuota pupuk subsidi berdasarkan luas lahan pertanian yang diusahai.

"Tidak ada ceritanya pupuk subsidi datang ke Humbahas kalau kita tidak melaporkan ke pemerintah berapa luas lahan pertanian yang dikelola. Kalau sudah ada petaninya, ada lahannya dan kita laporkan, barulah ada pupuk subsidi. Selama ini tidak ada yang mengurusi hal itu, tapi saat ini sudah kita urus," ujarnya yang dibenarkan Kadis Pertanian Junter Marbun.

Selama ini, kata Dosmar, luas lahan pertanian yang dilaporkan ke Mentan hanya 25.000 Ha, sehingga pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah ke Humbahas hanya kuota untuk 25.000 Ha. Namun saat ini, katanya, sudah 38.871 Ha lahan pertanian yang dilaporkan ke Mentan. Petani mengeluhkan harga pupuk, karena mereka membeli pupuk nonsubsidi.

Berkat dijadikannya sektor pertanian prioritas utama pembangunan, menurut data BPS, pada tahun 2018, Pemkab Humbahas merupakan kabupaten terendah tingkat kemiskinannya di Tapanuli dengan skor 9,00 persen.

Selain itu, data dari Menkeu pun membenarkan bahwa dari 4 raport kinerja daerah, Pemkab Humbahas memperoleh 3 nilai B dan 1 nilai C plus. Nilai B diperoleh dari kategori kinerja : Kesehatan Fiskal dan Pengelolaan Keuangan Daerah, Tingkat Kesejahteraan Masyarakat, dan Pelayanan Dasar Publik Bidang Pendidikan. Sedangkan nilai C plus diperoleh dari Pelayanan Dasar Publik Bidang Kesehatan.

AKUI SPEKTAKULER
Sementara itu anggota DPR RI Sahat Silaban yang kebetulan bertemu dengan Tim Redaksi SIB di Doloksanggul mengakui pesatnya pembangunan dan kemajuan yang dicapai Pemkab Humbahas di bawah kepemimpinan Maddin Sihombing (2 periode) maupun Dosmar Banjarnahor.

"Kita harus akui kemajuan pembangunan di Humbahas setelah dimekarkan dari Tapanuli Utara. Tentu hal ini tidak lepas dari kerja keras Bupati Maddin Sihombing - Marganti Manullang yang meletakkan fondasi pembangunan di atas rata-rata, dan Bupati Dosmar Banjarnahor bisa dengan cepat meneruskannya", ujar anggota DPR dari Nasdem yang kini jadi caleg dari Banten.

Sahat menambahkan, melihat kinerja Bupati yang sangat baik, ia yang duduk di Komisi V DPR RI membidangi pembangunan dan infrastruktur, sering mengarahkan anggaran pembangunan infrastruktur ke wilayah Tapanuli, khususnya Humbahas. "Saya akui pembangunan di Humbahas ini cukup spektakuler", katanya. (R7/BR8/H03/A18/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments