Sabtu, 14 Des 2019

Atasi Pupuk Subsidi Langka, Pemkab Dairi Usulkan Realokasi ke Kementerian Pertanian

admin Selasa, 17 September 2019 14:00 WIB
SIB/Tulus Tarihoran
BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Pertanian Dairi, Herlina Lumban Tobing didampingi Siska Tampubolon dan Eben Gurning memberikan keterangan terkait kelangkaan pupuk di Dairi, Jumat (13/9) di ruangannya.
Sidikalang (SIB) -Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian kembali mengusulkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian, untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk.

"Kita sudah menyurati Kementerian Pertanian melalui Pemprov Sumut, untuk realokasi pupuk bersubsidi ke Dairi," ucap Kadis Pertanian Dairi Herlina Lumban Tobing, Senin (16/9) di ruangannya.

Secara lisan sudah ada jawaban bahwa akan ada realokasi pupuk bersubsidi ke Dairi. Namun, harus memiliki dasar hukum yang jelas yaitu surat keputusan Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian. Surat itu lah yang ditunggu Pemprov Sumut dan Pemkab Dairi. Dengan surat keputusan itu, sebagai dasar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut membuatkan realokasi pupuk bersubsidi ke Dairi.

"Kita tetap berupaya dan berkoordinasi dengan Pemprov Sumut serta ke Kementerian Pertanian, untuk realokasi pupuk," ucapnya.

Memang saat ini, Dairi mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi, karena faktor pengurangan di tahun 2019. Sesuai laporan enam distributor pupuk di Dairi, per 2 September 2019, alokasi pupuk bersubsidi sudah habis.

Alokasi pupuk bersubsidi 2019 jauh berkurang dari alokasi 2018, bahkan setiap tahun jumlah alokasi pupuk bersubsidi jauh lebih rendah dari usulan kebutuhan sesuai rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK). Usulan pupuk bersubsidi 2018, untuk 5 jenis pupuk sebanyak 89.235 ton, sementara yang direalisasikan 37.217 ton. Tahun 2019 diusulkan sebanyak 80.895 ton, yang direalisasikan sebanyak 21.617 ton. "Alokasi itu sudah habis," ucapnya.

Sementara luas pertanaman masih tetap, sehingga alokasi pupuk bersubsidi masih tetap kurang. Sejak Mei 2019, Distan sudah tiga kali mengusulkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut.

Kelangkaan pupuk subsidi tidak hanya di Dairi, oleh karena itu diharapkan kepada petani untuk bersabar. Untuk mengantisipasi tanaman yang sudah ditanam gagal panen, petani diharapkan bisa gunakan pupuk non subsidi.

Sementara itu, petani yang bertanam khusus komoditi padi dan jagung diharapkan bisa menunda masa pertanaman, sembari menunggu menambah alokasi turun. "Dalam waktu dekat, penambahan alokasi pupuk bersubsidi itu akan segera turun," ucapnya. (K05/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments