Senin, 20 Mei 2019

Anggota DPRD Provsu Richard Sidabutar Minta Jalinsum Pematangsiantar-Parapat Ditingkatkan

* Rekanan : Titik Akhir Pengerjaan Peningkatan Jalinsum Parapat di Jembatan Kasindir
admin Kamis, 16 Mei 2019 13:06 WIB
SIB/Linggom Parhusip
RUSAK: Salah satu titik Jalinsum Pematangsiantar- Parapat tepat di Panatapan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang rusak butuh peningkatan dan diaspal total, Rabu (15/5)
Parapat (SIB) -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara Richard Sidabutar meminta pemerintah agar memberikan perhatian penuh dalam peningkatan infrastruktur dan pelebaran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Pematangsiantar-Parapat sebagai akses utama menuju destinasi Pariwisata Danau Toba karena kondisi sepanjang jalan saat ini banyak berlobang, bergelombang dan bibir jalan banyak, retak sehingga menganggu kenyamanan pengguna jalan.

Demikian dikatakan Richard kepada SIB, Rabu (15/5) melalui selulernya dan mengaku baru beberapa hari yang lalu berkunjung ke Parapat merasa kurang nyaman, akibat efek infrastruktur sepanjang Jalinsum Siantar-Parapat banyak berlobang dan ditambal sulam khususnya mulai dari wilayah Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun hingga ke Panatapan Parapat.

"Jika badan Jalinsum Siantar-Parapat penuh dengan lobang, bergelombang dan sempit, para wisatawan lokal dan mancanegara pun diperkirakan akan mengurungkan niat untuk berkunjung ke Danau Toba," ujar Richard yang mengaku kerap berkunjung ke Parapat.

Dikatakannya, kondisi Jalinsum Siantar-Parapat merupakan akses utama menuju kawasan destinasi wisata Danau Toba, Kota Wisata Parapat, Tobasa, Samosir dan sekitarnya. "Jika kondisi jalan terus berlanjut seperti sekarang ini dan tidak segera ditingkatkan atau diaspal total, pasti mengganggu dan mengurangi niat pengunjung karena terasa tidak nayaman dan aman," ungkapnya.

Menurutnya, ruas jalan Siantar-Parapat sebagai akses darat menuju berbagai objek wisata, sepantasnya harus ditingkatkan dan diperlebar sehingga jalan menjadi mulus, kendaraan bebas saling berpapasan, sehingga bisa dikatakan layak untuk jalan pariwisata yang tersambung dengan beberapa ruas jalan Kabupaten Simalungun.

"Pemerintah Pusat telah menetapkan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Nasional, tentu harus didukung dengan peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan yang mantap 100 persen. Kita meminta agar Jalinsum Pematangsiantar-Parapat di aspal total dan diperlebar sehingga mulus bukan ditambal sulam seperti saat ini," katanya.

Richard meminta agar pembangunan peningkatan infrastruktur Jalinsum jurusan Pematangsiantar-Parapat dan jalan Tol menuju Parapat dipercepat dan segera direalisasikan, karena sudah masuk dalam perencanaan Pemerintah.

Sementara informasi yang dihimpun (SIB) dari rekanan pengerjaan Jalinsum Pematangsiantar-Parapat, Manajer PT Bumi Karsa Hamdan mengatakan, kontrak pengerjaan peningkatan Jalinsum Pematangsiantar-Parapat akan berakhir pada Desember 2019 dan peningkatan dan pelebaran Jalinsum Parapat tidak sampai ke Kota Wisata Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun.

"Sesuai dengan kontrak kerja, pekerjaan peningkatan dan pelebaran Jalinsum Parapat sudah rampung dengan titik akhir perbatasan antara Kecamatan Jorlang Hataran dengan Dolok Panribuan tepat di jembatan Kasindir. Dan sisa ruas Jalinsum puluhan kilometer menuju Parapat hanya perawatan, menutup dan menambalsulam jalan yang berlobang saja dan tidak diaspal total atau diperlebar hingga habis masa kontrak Desember 2019," katanya.(S12/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments