Kamis, 21 Feb 2019

Aliansi Masyarakat Islam Demo PN Tebingtinggi Terkait Bandar Narkobaberjalan

admin Kamis, 14 Februari 2019 13:59 WIB
SIB/Dok
AKSI DEMO : Puluhan AMI Tebingtinggi saat menggelar aksi demo terkait kasus bandar narkoba, Rabu (13/2).
Tebingtinggi (SIB) -Puluhan warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Islam Kota Tebingtinggi melakukan aksi demo di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi terkait kasus bandar narkoba BK yang sedang menjalani proses persidangan, Rabu (13/2).

Aksi tersebut dikarenakan merasa tidak puas terhadap proses persidangan yang diduga ada permainan mafia hukum.

Kordinator aksi, Suhairi alias Gogon mengatakan, terdakwa BK adalah bandar narkoba dan pernah DPO pihak BNNK dan Polres Tebingtinggi sejak tahun 2016 lalu dan pernah menjalani hukuman di lapas Tebingtinggi.

"Jangan ada permainan di persidangan ini, BK harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Bila terindikasi ada permainan dalam proses persidangan ini, kami akan membuat laporan ke Mahkamah Agung, Menteri Kehakiman dan Komisi Yudisial," tegas Gogon.

Ketua Pengadilan Negeri Tebingtinggi, Muhammad Arief Nuryanta SH MH saat menghadapi aksi demo mengatakan agar jalannya proses persidangan dipantau oleh warga, "Jangan ada tudingan lain-lain, saat ini persidangan pun masih berjalan," ucapnya singkat dan meninggalkan para pendemo.

Melihat tindakan ketua PN Muhamad Arif Nurmanta tersebut, para pengunjuk rasa kecewa dan marah, dan langsung masuk ke dalam kantor PN Tebingtinggi menerobos pengawalan petugas keamanan. Beruntung, aksi tersebut bisa diredam petugas kepolisian sehingga tidak meluas hingga ke ruang persidangan tempat terdakwa BK disidangkan.

Informasi yang dihimpun SIB, proses persidangan kasus bandar narkoba BK kembali ditunda dikarenakan terdakwa BK sakit.
Majelis Hakim Albon Damanik membenarkan tertundanya proses persidangan dikarenakan adanya surat keterangan sakit dari JPU.
"Ya, sidang ditunda, persidangan memasuki untuk memintai keterangan terdakwa," katanya. (C03/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments