Jumat, 18 Okt 2019

Ajak Lestarikan Danau Toba, Djarot Sayangkan Ancaman Punahnya Ihan Batak

admin Sabtu, 13 April 2019 15:05 WIB
SIB/Dok
BERWISATA: Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sumut III Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi objek wisata Bukit Indah Simarjarunjung di pinggiran Danau Toba, Kabupaten Simalungun.
Medan (SIB) -Calon Legislatif DPRD Medan Djarot Saiful Hidayat mengajak masyarakat seluruh pihak bersama-sama menjaga dan memajukan objek wisata Danau Toba, karena potensi danau tersebut sudah mendunia. Djarot menyayangkan adanya tindakan yang merusak secara sistematis yang membuat area Danau Toba mengalami degradasi secara serius.

"Ada pembalakan liar, lalu ada pencemaran air oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (11/4).

Menurut mantan calon Gubernur Sumatera Utara ini, semua pihak harus berperan aktif untuk menjaga kelestarian Danau Toba, Ia berharap tidak adanya limbah rumah tangga yang dibuang ke danau tersebut, pembuangan sampah dan bangkai ikan serta pengendalian penggunaan keramba ikan.

Ia mengajak berbagai pihak agar tidak mengeksploitasi ikan tersebut, melakukan pembibitan dan tak boleh melakukan pemancingan saat masa pemijahan. Menurunnya kualitas air dan over fishing yang dilakukan membuat ikan Ihan Batak (Neolissochilus thienemanni) atau curong/semah, terancam punah.

"Setahu saya ikan Batak (Ihan) itu endemik Sumatera Utara, banyak digunakan saat acara adat namun saat ini terancam punah. Jangan melakukan pemancingan ihan saat masa pemijahan. Sangat disayangkan ancaman punahnya Ihan Batak", katanya.

Dia mengajak semua pihak harus berperan aktif untuk menjaga kelestarian Danau Toba, Ia berharap tidak adanya limbah rumah tangga yang dibuang ke danau tersebut, pembuangan sampah dan bangkai ikan serta pengendalian penggunaan keramba ikan.
"Dulu Bu Mega juga menebar ikan pora-pora di danau tersebut, ini merupakan langkah untuk melestarikan ekosistem danau," katanya.

Bagi Djarot, kearifan lokal (local wisdom) yang ada di bumi Sumatera Utara menjadi benteng bagi tindakan perusakan alam"Tiada satupun kearifan lokal dari nenek moyang kita yang mengajarkan untuk merusak, namun sebaliknya esensi local wisdom itu adalah melestarikan alam. Sehingga tidak ada ego sektoral, semuanya dapat bekerja bahu membahu," ungkapnya.

Djarot menyebut, ada perbedaan mindset pengelolaan objek wisata di luar negeri dibanding Indonesia. Menurut Caleg PDIP Dapil Sumut III ini, pengelola objek wisata di negara-negara luar baik masyarakat dan pemerintahnya memperhatikan bagian-bagian terkecil.

"Mereka menjaga benar kenyamanan, kebersihan wisatawan. Mereka menjual pengalaman yang berkesan terhadap para wisatawan yang membuat para pelancong akan rindu untuk kembali lagi;" katanya.

Lebih lanjut, Djarot menyebutkan upaya pemerintah membangun konektifitas di Sumatera Utara melalui proyek infrastruktur akan lebih berarti bila objek wisata di daerah tersebut terjaga dengan baik."Sehingga pariwisata sebagai penyumbang devisa dapat berjalan maksimal," pungkasnya.(Rel/M10/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments