Selasa, 14 Jul 2020

Abrasi Merusak Kawasan Pantai di Talawi, Pemkab Batubara Diminta Tanggap

Rabu, 06 Agustus 2014 10:29 WIB
SIB/Mahadi Sitanggang
ABRASI LAUT : Pengelola Pantai Bunga Laut Indah Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara, Senin (4/8), memandang kerusakan pantai, pohon bakau dan api-api akibat abrasi air laut.
Batubara (SIB)- Keindahan beberapa pantai yang selama ini sudah dibuka untuk wisata umum mulai terganggu akibat abrasi air laut. Jika tidak ingin abrasi air laut mencapai pemukiman penduduk, Pemkab Batubara diminta tanggap mengatasi persoalan ini. Kekuatiran itu diungkapkan Alban (50) kepada SIB, Senin (4/8), warga Desa Masjid Lama Kecamatan Talawi di Pantai Bunga Laut Indah, Batubara.

“Panjang pantai ini sekira 1500 m. Sebelumnya ada penanaman bakau sepanjang pantai, tapi sekarang nyaris tak bersisa dihantam abrasi laut.

Kami berharap, Pemkab Batubara tidak tidur. Segera membuat langkah bagaimana mengatasi pengikisan pantai yang setiap tahun semakin meluas,” katanya.

Tidak sebatas merusak pohon bakau dan api-api yang banyak tumbuh di sana, lanjut dia, abrasi dikuatirkan akan mencapai pemukiman penduduk. Kerugian lebih besar dan kesulitan penanggulangan bencana akan memakan lebih banyak waktu dan materi.

Dari penuturan Alban, persoalan tepi pantai bunga laut indah ternyata tidak sebatas gangguan ekosistem. Ancaman lebih besar datang dari pihak-pihak yang mengklaim tepi pantai itu sudah dikuasai perusahaan swasta. Terlebih, keterlibatannya mengurus pantai untuk tempat wisata umum dianggap sebagai pengganggu di sana.

“Saya pernah mendapat ancaman untuk tidak lagi mengurus pantai ini sebagai tempat wisata umum. Saya juga tidak menjadikan pantai ini sebagai milik pribadi.

 Saya turut merawat dan menjaga. Kami pengelola pantai ini, bahkan turut memberikan pendapatan asli daerah sekira Rp 5 juta per tahun dari pendapatan yang kami peroleh dengan membuka pantai,” ungkap Alban.

Bertahan tetap terlibat menjaga pantai itu, dia mengaku pernah berurusan dengan hukum sampai harus dipenjara. Namun semua dilakukan karena keyakinannya, tidak ada siapapun berhak memiliki dan menguasai lahan tepi pantai, termasuk PT Teguh Jaya Abadi Lestari, yang pernah mengklaim telah memiliki lahan sepanjang Pantai Bunga Laut Indah itu.

“Kalau mereka benar telah memiliki lahan tepi pantai dan hutan sekitar sini, saya pernah minta ditunjukkan bukti sertifikat atau surat keterangan. Tapi sampai saat ini, mereka belum pernah menunjukkan surat apapun, selain surat ancaman kepada saya agar tidak berada di pantai ini lagi,” pungkas Alban. (E3/D19/q)



T#gs abrasi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments