Senin, 22 Apr 2019

Butuh Perhatian Pemerintah

Abdul Wahit Penderita Sakit Perut Buncit Tidak Pernah Mendapat Layanan JKN

admin Selasa, 12 Februari 2019 14:21 WIB
SIB/Dok
MENDERITA SAKIT PERUT BUNCIT: Abdul Wahit (57), warga Dusun Talunmanombuk Desa Bandartinggi Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, penderita perut buncit dan setiap saat mengerang kesakitan, saat tiba di RSUD Rantauprapat, Sabtu (9/2). Dia sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk kesembuhan penyakitnya.
Labuhanbatu (SIB) -Abdul Wahit (57), warga Dusun Talunmanombuk Desa Bandartinggi Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, selama ini berjuang sendiri melawan penyakitnya. Kondisi kesehatan warga miskin yang tidak penah mendapat pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional dan Asuransi Kesehatan Daerah (Askesda) itu, semakin memburuk. Kian hari perutnya semakin membuncit dan tubuhnya semakin kering.

Wahit pernah pindah ke Saraan Kabupaten Labuhanbatu Utara, namun kareba tidak ada perhatian, ia kemudian kembali ke Dusun Talunmanombuk Desa Bandartinggi.

Warga lemah ini tidak dapat berbuat banyak, karena kemiskinan yang membelit kehidupannya sehingga penyakitnya semakin parah.
Keadaan tak punya uang, beban pikiran dan mental membuat kesehatannya hari demi hari semakin buruk. Tak ayal, hanya ratapan dan erangan kesakitan saja yang keluar dari mulutnya setiap saat.

Ketua LBH Bela Rakyat Indonesia, Lomoan Panjaitan turun langsung menggunakan mobil pribadinya menjemput dan membawa Wahid ke RSUD Rantauprapat, Sabtu (9/2).

"Kita semua wajib terlibat dalam mendukung cita-cita luhur pendiri bangsa ini untuk berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," sebutnya.

Dia sangat menyayangkan temuan timnya terhadap Wahit sebagai masyarakat Indonesia yang sampai hari ini belum mendapatkan Kartu Sehat, kartu Askesda, atau kartu JKN sebagai kartu layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin, baik dari Pemkab Labura maupun Pemkab Labuhanbatu.

"Ke mana kartu-kartu untuk masyarakat miskin itu bersemayam?" ungkap Lomoan menyesalkan fakta dan kondisi Wahit yang telah bertahun lamanya tidak pernah tersentuh tindakan medis sehingga keadaannya sangat memprihatikan, karena perut Wahit semakun hari bertambah besar seperti seorang wanita hamil tua, dan pusarnya menonjol sebesar telur ayam kampung.

Katanya, Y-LBH Bela Rakyat Indonesia akan menuntut pejabat terkait, jika seandainya kartu layanan kesehatan gratis jatuh ke tangan orang mampu atau kepada yang mempunyai hubungan emosional dengan pejabat pemerintahan yang melakukan pendataan warga miskin.

Wahit saat ini sedang mendapatkan perawatan di ruangan ICU dengan status rencana Askesda. Lomoan sangat berterimakasih ke pihak RSUD Rantauprapat, dan berharap pelayanan terbaik dari RS milik Pemkab Labuhanbatu itu. Dia sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk kesembuhan penyakitnya.

Dokter jaga yang enggan disebut namanya, mengatakan pasien atas nama Abdul Wahit harus dicek terlebih dahulu untuk menentukan jenis penyakit yang diidapnya untuk melakukan penanganan medis yang tepat dan intensif. (BR6/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments