Minggu, 26 Mei 2019

80 Persen Daerah Irigasi di Dairi Butuh Perbaikan dan Revitalisasi

admin Sabtu, 16 Maret 2019 14:14 WIB
Ilustrasi
Sidikalang (SIB) -Kondisi infrastruktur irigasi pertanian di Kabupaten Dairi masih memprihatinkan. Sekira 80 persen daerah irigasi (DI) butuh perbaikan dan revitalisasi. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dairi Tindoan Sitohang, Jumat (15/3) di ruangannya.

Data tersebut diperoleh setelah dilakukan inventarisasi dan pemetaan tahun lalu. Dari 204 daerah irigasi sebelumnya menjadi 184. "Ada beberapa DI yang sudah tidak berfungsi lagi, setelah dilakukan inventarisasi. Dan sekarang kita juga sudah memiliki peta jaringan irigasi yang ada di Dairi," ucapnya.

Perbaikan dan revitalisasi infrastruktur irigasi di Kabupaten Dairi membutuhkan dana yang besar. Artinya bila hanya mengandalkan dana alokasi khusus (DAU) tidak mencukupi. Untuk itu, Dairi juga mengusulkan perbaikan irigasi dari dana alokasi khusus (DAK). Hal itu diupayakan untuk mengejar perbaikan dan revitalisasi infrastruktur irigasi di Dairi.

Dinas PUPR Dairi melakukan perbaikan yakni irigasi primer dan sekunder. Areal persawahan per lokasi pada umumnya di bawah seribu hektare. Sehingga penataan irigasi membutuhkan dana yang besar. Areal persawahan di atas seribu hektare di Kabupaten Dairi hanya di Buluduri dan irigasi itu ditangani Provinsi.

"Kita berupaya untuk menyatukan daerah irigasi hingga lahan pertaniannya mencapai di atas seribu hektare, sehingga penanganannya bisa diusulkan ke Provinsi," kata Tindoan.

Diakuinya penyatuan itu hal yang sulit, karena topografi Dairi perbukitan. Tahun ini, usulan perbaikan infrastruktur difokuskan di DI Amborgang. Areal persawahan di daerah itu di atas 400 hektare. Namun, dari usulan perbaikan Rp 1,8 miliar yang direalisasikan hanya Rp 800 juta dari sumber dana DAK.

Tahun 2019, anggaran untuk perbaikan irigasi yang diplot di Bidang Sumber Daya Air sekira Rp 5,9 miliar yang terdiri dari sumber DAU dan DAK. Dengan jumlah pekerjaan 20 paket dananya bersumber dari DAU dan 3 paket dari DAK. Perbaikan DI merupakan bagian dari peningkatan hasil produksi padi dan mensejahterakan petani. (B05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments