Minggu, 20 Sep 2020

388 Babi Mati, Dinas Pertanian Karo Disinfektan Ternak Warga

redaksi Jumat, 08 November 2019 18:20 WIB
digtara.com
Ilustrasi Babi mati
Tanah Karo (SIB)
Dinas Pertanian Kabupaten Karo melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, melakukan disinfektan kandang babi milik warga Kelurahan Kampung Dalam, Kabanjahe.

Hal itu dilakukan untuk mencegah serangan lanjutan dugaan virus yang mematikan sejumlah ternak masyarakat yang dibeli dari luar daerah.

"Disinfektan secara bertahap untuk mencegah penyebaran virus pada ternak babi. Situasi sekarang tidak memungkinkan dilakukan vaksinasi, karena rentan terhadap kematian hewan yang sudah terjangkit virus. Langkah terbaik melakukan disifektan kandang dan ternak," ujar Kadis Pertanian Karo, Metehsa Karo-Karo kepada SIB melalui telephone selulernya, Rabu (6/11).

Menurutnya, terkait hasil uji laboratorium, pihaknya masih menunggu hasil serta data valid. Hanya saja dari koordinasi via telepon dengan petugas laboratorium, peneliti masih melakukan kajian lanjutan. Kemungkinan serangan kematian babi kali ini, bukan disebabkan virus hog cholera. Hanya saja belum dirinci lebih jauh. Kemungkinan ada nama virus baru.

"Sampel diteliti lebih lanjut dan tidak tertutup kemungkinan akan dikirim ke Pusat. Dari keterangan yang kita terima terindikasi virus baru. Tetapi mereka belum bisa memastikan apa namanya. Kita tunggulah, karena biasanya pihak kementerian yang mengumumkan, pihak laboratorium tidak berwenang. Walau nantinya itu virus baru, namun tetap saja tidak berbahaya bagi manusia," ujar Metehsa.

Sejauh ini ungkanya daging babi sehat masih tetap aman untuk dikonsumsi. Jumlah babi yang mati di Karo hingga hari ini berjumlah 388 ekor. Ada pertambahan sebanyak 181 ekor sejak, Jumat (1/11/)lalu yang masih berjumlah 207 ekor. Pertambahan jumlah kematian babi tetap terjadi di Kecamatan Lau Baleng. Sekitar kawasan kandang yang terkontaminasi sebelumnya.

"Pertambahan yang mati tidak jauh dari lokasi temuan babi yang mati mendadak di Kecamatan Lau Baleng minggu lalu. Yang mati 202 itu merupakan babi stock pengusaha potong/panggang yang dibeli dari luar daerah. Babi-babi itu diduga sudah terkontaminasi virus, beberapa hari ini menjalar ke ternak warga. Dalam waktu dekat, Kecamatan Lau Baleng juga akan kita disinfektan," ujar Metehsa. (BR2/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments