Minggu, 05 Jul 2020
PalasBappeda

354 Jemaah Calon Haji Labuhanbatu dan Asahan Gagal Berangkat ke Mekah

Jumat, 05 Juni 2020 17:30 WIB
klikwarta.com

Ilustrasi

Rantauprapat (SIB)
Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan penundaan pemberangkatan jemaah ibadah haji ke tanah suci, tahun ini 1441 H/2020 M, akibat pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), Selasa (2/6).

Menurut Menteri Agama Fahrurozi, pemberangkatan ibadah haji asal Indonesia, ditunda hingga 2021.
"Alhasil, 326 jemaah calon haji reguler asal Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, batal berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Drs H Safiruddin Harahap MPd, menjawab wartawan, Kamis (4/6), melalui telepon seluler.

Selain 326 jemaah calon haji reguler, tambah Kakan Kemenag, 28 orang cadangan juga batal berangkat tahun ini.
"Itu artinya, total jemaah calon haji dari daerah ini yang batal berangkat berjumlah 354 orang," sebut Safiruddin.
Dia menambahkan, para calon haji itu umumnya sudah masuk daftar antrian selama 9 tahun.

Selanjutnya, pihak kantor Kemenag akan menyampaikan pembatalan pemberangkatan tersebut ke seluruh calon haji Labuhanbatu tahun 2020, karena kondisi Covid-19 masih mewabah.

"Kita berdoa, mudah-mudahan tahun depan, jemaah calon haji Indonesia, termasuk dari Kabupaten Labuhanbatu, bisa berangkat menunaikan ibadah haji," harapnya.

Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Asahan juga membatalkan pemberangkatan 350 calon haji (Calhaj).
Hal itu dikatakan Kasi pemberangkatan haji dan umroh Kemenag Asahan, H Jamaluddin Purba di Kisaran, Kamis (4/6).

Jamal mengatakan, pembatalan tersebut mengikuti keputusan Kementrian agama RI tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M.

Disebutkannya, bahwa pemerintah Arab Saudi, sampai dengan tanggal 1 Juni 2020, belum membuka akses layanan ibadah haji tahun 1441/2020.

Jamal menambahkan, jemaah haji yang telah melunasi biaya pemberangkatan ibadah haji (Bipih) pada penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M, akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahin 1442 H/2021 M.
Bagi jemaah haji yang mengajukan permohonan pengembalian setoran Bipih, agar disampaikan secara tertulis kepada Kemenag Kabupaten/Kota.

Dengan menyertakan asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan bank penerima.
Kasi yang membidangi urusan penyelenggaraan haji dan umroh, wajib melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh dokumen pengembalian setoran bipih. (BR6/A05/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments