Sabtu, 24 Agu 2019

35 Kader Posyandu Pahae Jae Dapat Pembekalan Cegah Stunting

admin Sabtu, 18 Mei 2019 11:23 WIB
SIB/Dok
PEMBEKALAN: Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Taput, Nora Nababan saat memberikan pembekalan peran kader Posyandu dalam mencegah stunting didampingi Kepala UPT Puskesmas Sarulla Henry Sitompul dan CSR Suvervisor SOL Fella Situmorang, Senin (6/5) di Puskesmas Sarulla, Pahae Jae.
Tapanuli Utara (SIB) -Sebanyak 35 kader Posyandu dari enam desa di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara mendapat pembekalan peran cegah stunting yang disampaikan Dinas Kesehatan Tapanuli Utara melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Nora Nababan, Senin (6/5) di Puskesmas Sarulla.

Kegiatan itu diinisiasi Sarulla Operations Limited (SOL) selaku perusahaan yang menangani pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla, melalui program corporate social responsibility (CSR).

CSR Supervisor SOL, Fella Situmorang menyampaikan perusahaan memberikan kepedulian atas kehidupan masyarakat Tapanuli Utara yang diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan bidang pendidikan dan pendapat serta pengetahuan kesehatan.

Diharapkan, melalui sosialisasi yang dilakukan dengan pembekalan peran kader Posyandu cegah stunting dapat memberikan manfaat guna meningkatkan masyarakat sehat dan sumber daya manusia (SDM) Tapanuli Utara.

Nora Nababan selaku narasumber mengingatkan tugas kader Posyandu sangat berat karena mempunyai tanggung jawab sebagai fasilitator pelayanan kesehatan di desa-desa, sehingga harus memahami peta desa dari sudut inventarisasi ibu-ibu hamil dan baru melahirkan.

Disampaikan, dengan pembekalan peran kader Posyandu mencegah stunting maka bertambah tugas yang diembannya. "Para kader harus mampu sebagai pionir untuk sosialisasi cegah stunting di desanya. Paling tidak dapat mengetahui dan menerapkannya di tengah keluarganya masing-masing.

Dijelaskan stunting adalah tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang lain seusianya.
Kondisi tinggi badan yang pendek ini kelihatan setelah anak berusia dua tahun. Namun demikian bukan berarti semua yang bertubuh pendek dapat dikategorikan stunting.

"Seseorang anak dapat dikategorikan stunting setelah terlebih dulu mendapat pemeriksaan dokter. Stunting lebih memprihatinkan dari anak kekurangan gizi, karena bukan hanya tubuhnya yang pendek tapi mengalami gangguan perkembangan otak," sebutnya.
Acara ini dihadiri Kepala UPT Puskesmas Sarulla dr Henry Sitompul, perwakilan Camat Pahae Jae dan para bidan desa selaku penanggung jawab masing-masing Posyandu. (BR7/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments