Kamis, 06 Agu 2020

12 Rumah Terbakar di Pasar Lama Sidikalang

* Kapolsek Sidikalang Kota Bantah Ada Unsur Kesengajaan
admin Sabtu, 08 Juni 2019 15:39 WIB
SIB/Tulus Tarihoran
KOBARAN API: Sebanyak 12 rumah hangus terbakar di Pasar Lama Sidikalang, selasa (4/6).
Sidikalang (SIB) -Lima belas kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal akibat bencana kebakaran di Pasar Lama Sidikalang, Selasa (4/6) sekira pukul 20.00 WIB.

Sebanyak 12 rumah hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu, tetapi harta benda para korban tidak ada yang bisa terselamatkan. Demikian disampaikan Kepala Lingkungan 6 Kelurahan Kota Sidikalang, Horas Panggabean dan warga Sandi Tampubolon, Jumat (7/6) di lokasi kejadian.

Lima belas kepala keluarga korban bencana kebakaran yakni Sahdin Bintang, Das Tanjung, Tumpak Sinaga, MS Silalahi, Somba Tampubolon, Tiopan Lumban Tobing, Pasu Simbolon, Benni Lumban Tobing, Ationg, Jandi Bintang, N boru Cibro, J Cibro, Anasrul, R boru Hombing, Harapenta Ginting.

Dikatakan lebih lanjut, para korban kebakaran mengungsi di rumah saudara masing- masing, karena dinas terkait belum membuat tenda penampungan para korban, bahkan dapur umum juga tidak ada.

Pada saat kejadian kebanyakan warga sedang beraktivitas di rumah. Tiba- tiba warga melihat kobaran api dari salah satu rumah. Api cepat merambat, sehingga mengakibatkan 12 rumah hangus. Diakuinya, petugas Pemadam Kebakaran tergolong lambat, ketika mereka datang beberapa rumah sudah hangus. "Kobaran api betul- betul padam, Rabu (5/6) dini hari,"ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi Bahagia Ginting melalui Kepala Bidang Kedaruratan. Tongam Purba lewat telepon mengaku bantuan kepada korban kebakaran belum disalurkan. Tim BPBD saat ini masih melakukan penghitungan kerugian. Ia membenarkan para korban kebakaran menginap di rumah saudara masing- masing.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), peristiwa itu belum tanggap darurat, sehingga tidak ada didirikan tenda pengungsian dan dapur umum. Sesuai SOP, harus ada korban sekira 60 jiwa, agar bisa ditetapkan tanggap darurat.

Kasubbag Humas Polres Dairi Ipda Donni Saleh lewat telepon mengatakan, kerugian korban diperkirakan Rp 3 miliar lebih. Terkait sumber api, Polisi sedang melakukan penyelidikan. "Peristiwa itu masih dalam proses penyelidikan," tandasnya.

DIDUGA ADA UNSUR SENGAJA
Informasi yang beredar di kalangan masyarakat, api bersumber dari bagian kamar rumah yang ditempati. Sementara itu, Harapenta Ginting salah satu korban kepada wartawan mengaku sudah dimintai keterangan oleh polisi terkait peristiwa kebakaran tersebut. Saat dimintai keterangan, disampaikan kepada polisi bahwa peristiwa kebakaran itu diduga ada unsur sengaja. "Saya bersama beberapa korban lainnya sudah menyampaikan adanya dugaan unsur kesengajaan," ucapnya.

Ia mengaku, rumahnya satu dinding terbuat dari papan dengan rumah yang ditempati BL. Sesuai informasi saksi, lanjut Harapenta, api bersumber dari rumah BL dan api langsung besar.

Dikatakan Harapenta, BL sudah beberapa kali mengancam akan membakar rumahnya, BL itu, kata Harapenta, setiap punya permasalahan, dia akan mabuk dan mengancam membakar rumah. "Rumah kami satu dinding, setiap tingkah lakunya kedengaran," ucap Harapenta salah satu wartawan media cetak terbitan Medan itu.

Dua tahun lalu, kata Harapenta, BL pernah ingin bakar rumahnya, tetapi tidak jadi. BL menghidupkan kompornya dan menaruh kertas di atasnya. "Saya dan menantu datang ke rumahnya dan memadamkan api itu, bahkan ada sempat percekcokan karena dia menuduh kami mencampurinya," tutur Harapenta.

Polisi diminta untuk betul- betul melakukan penyelidikan peristiwa itu. Jangan karena ulah seseorang, puluhan jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, Kapolsek Sidikalang Kota AKP Jokner Malau saat dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, pihaknya sudah menyurati tim laboratorium forensik, untuk melakukan penyidikan. Sampai saat ini, belum diketahui sumber api.

Jokner membenarkan sempat mengamankan BL dalam jangka waktu 1 x 24 jam, karena ada beredar isu di masyarakat dia pelaku pembakaran. Tetapi setelah beberapa saksi dimintai keterangan, pernyataan saksi tidak ada yang mengarah pelakunya adalah BL. BL diamankan juga untuk mengantisipasi amukan massa. "Dia sudah dipulangkan, karena keterangan saksi tidak ada menyatakan dia pelaku pembakaran," ucapnya.

Isu adanya unsur kesengajaan membakar, itu hanya berita bohong. Kendati demikan, kata Jokner, Polisi masih tetap melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi lainnya.(K05/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments