Kamis, 21 Nov 2019

103 Cakades di Dairi Deklarasi Damai Pilkades Serentak

redaksi Jumat, 08 November 2019 19:27 WIB
Foto/SIB Tulus Tarihoran
TANDA TANGAN: Calon kepala desa (Cakades) menandatangani deklarasi damai Pilkades serentak disaksikan Muspika dan P2KD desa masing- masing, Selasa (5/11) di Balai Budaya Sidikalang.
Sidikalang (SIB)
Seratusan calon kepala desa (Cakades) di Kabupaten Dairi, menghadiri deklarasi damai pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Selasa (5/11) di Balai Budaya Sidikalang.

Kegiatan deklarasi diikuti 103 Cakades dari 33 desa di 12 kecamatan. Setiap Cakades membacakan deklarasi damai dan penandatanganan disaksikan Camat, Kapolsek dan Danramil serta ketua P2KD desa masing-masing.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan, deklarasi damai salah satu upaya menjaga tidak terjadinya konflik di kalangan masyarakat yang desanya melaksanakan Pilkades. Cakades harus menaati aturan dan menertibkan tim pemenangan, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada proses Pilkades. "Calon harus menghayati komitmen damai selama pelaksanaan Pilkades dan penetapan Kades terpilih," ucapnya.

Semua Cakades harus memiliki sikap keseimbangan, yaitu siap menang dan siap kalah. Apapun hasilnya, itu adalah yang terbaik hasil pilihan masyarakat. Jika tidak terpilih, harus lapang dada. "Cakades jaga soliditas dan harus menghindari gesekan dan provokasi," ucapnya.

Bupati juga meminta P2KD setiap desa untuk menjalankan tahapan hingga pada pemungutan dan penghitungan suara harus netral dan juga BPD mengawasi kinerja P2KD. Sehingga Pilkades itu aman dan damai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Hutur Siregar didampingi Kepala Bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa, Rimson Simamora mengatakan, deklarasi damai bertujuan untuk mencegah keributan selama tahapan Pilkades maupun pasca pemungutan suara. Pilkades serentak dilaksanakan 12 November yang akan datang.

Sebelumnya, ada 104 bakal calon kepala desa yang akan ikut berkontestasi, tetapi sebelum penetapan calon, satu peserta dari Desa Kutabuluh mengundurkan diri.

Lanjut Rimson, setiap desa hanya menyediakan satu tempat pemungutan suata (TPS), yang lokasinya ditentukan P2KD di tempat yang netral. Lanjutnya, perlengkapan pemungutan suara, satu hari sebelum hari pumungutan suara akan didistribusikan. (K05/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments