Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • 10 Tahun Tak Diperbaiki, 10 KM Jalan Simpang SMPN 1 Pulo Rakyat – Padang Mahondang Asahan Rusak Berat

10 Tahun Tak Diperbaiki, 10 KM Jalan Simpang SMPN 1 Pulo Rakyat – Padang Mahondang Asahan Rusak Berat

Kamis, 16 Januari 2014 10:52 WIB
SIB/Mangihut Simamora
Kubangan Kerbau : Karena banyaknya lubang dalam pada ruas jalan Simpang SMPN I Pulo Rakyat – Padang Mahondang, hujan sebentar saja mengakibatkan jalan seperti kubangan kerbau, Senin (13/1).
Asahan (SIB)- Jalan dari Simpang SMPN 1 Pulo Rakyat menuju Desa Padang Mahondang Kecamatan Pulo Rakyat, Kabupaten Asahan kini sangat memprihatinkan. Setelah 10 tahun tak pernah diperbaiki pemerintah saat ini jalan tersebut rusak parah dengan kondisi penuh lubang.

Prihatin dan kesal, itulah ungkapan yang pantas dialamatkan kepada pemerintah ketika SIB, Senin (13/1) melintasi jalan yang merupakan akses vital bagi warga Desa Ofa, Desa Persatuan, Desa Bangun dan Desa Padang Mahondang.

Dari amatan, diperkirakan jalan rusak panjangnya mencapai lebih kurang 10 KM dengan lubang yang kedalamannya bervariasi. Jalan tersebut saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda empat saja, sedangkan pengendara sepeda motor roda dua tidak mau melintasi jalan itu dan memilih jalan alternatif kebun sebab banyak lubang serta tebalnya debu.

“Kalau dulu jalan ini masih bagus dari simpang SMPN 1 Pulo Rakyat ke Desa Padang Mahondang dapat kita tempuh memakai kendaraan roda dua dengan waktu 10 menit, kini akibat rusak beratnya jalan memakan waktu 1 jam 45 menit,” ujar Kaminton warga Desa Padang Mahondang kepada SIB.

Dia menyesalkan pemerintah yang sepertinya menganaktirikan mereka hingga jalan yang dulunya sudah dilapen itu dibiarkan terus rusak, padahal jalan itu merupakan akses penting warga untuk mengangkut hasil bumi.

“Kini jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda empat jenis jeep dan truk Colt Diesel, apabila kendaraan melintasi jalan itu beraksi sepertti off road,” kata dia.
“Ribuan ton hasil bumi keluar dari daerah ini dan berapa pajak hasil bumi yang telah dibayarkan warga ke pemerintah, tapi kenapa tidak ada tindakan memperbaiki dari pemerintah bahkan terkesan tidak mau tahu,” celetuk rekannya.

Hal sama dikatakan Yudi. Menurutnya, 10 tahun yang lalu  ketika ada seorang anggota DPRD Asahan berasal dari Desa Padang Mahondang pembangunan maupun peningkatan jalan ada didaerah mereka. Kini setelah tak ada lagi, jalan rusakpun tidak diperbaiki.

“Apa memang begitu ya, apabila tidak ada anggota dewan berasal dari suatu daerah, pembangunan dan peningkatan serta perbaikan jalan tidak dilakukan oleh pemerintah. Seperti kami alami sekarang jangankan perbaikan, jalan rusak tetap dibiarkan sampai rusak berat hingga saat ini 10 tahun lamanya,” gumamnya dengan bernada tanya kepada SIB.

Dari keterangan warga, informasi diperoleh jumlah masyarakat di 4 desa melalui jalan tersebut mencapai 9000 jiwa dengan hasil bumi pada umumnya sawit disamping sayur dan buah-buahan. Warga sudah jenuh dengan jalan mereka yang rusak, hal wajar apabila masyarakat menyumpah serapah pemerintah sebab mereka telah membayar pajak hasil bumi dan kewajiban pemerintah untuk melakukan pembangunan/perbaikan infrastruktur kepada daerahnya. (MS/BR4/h)
T#gs Jalan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments