Senin, 22 Jul 2019

Penyaluran Dana dari Kementerian Agama Terlambat

10 Bulan Tunjangan Sertifikasi Guru Agama di Simalungun Belum cair

Sabtu, 05 April 2014 12:05 WIB
Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen Drs Marulitua Sipayung MM
Simalungun (SIB)- Sekira 969 guru Agama Islam dan Kristen di Kabupaten Simalungun belum menerima tunjangan sertifikasi guru terhitung mulai Juli 2013 sampai April 2014. Persoalan ini diduga karena keterlambatan penyaluran anggaran dari Kementerian Agama di Jakarta.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Departemen Agama Kabupaten Simalungun Agus Priadi SAg, Kamis (3/4) mengatakan, mulai Juli 2013 hingga April 2014 diperkirakan ada 693 guru Agama Islam aktif yang belum menerima tunjangan profesi. Total anggaran yang harus dibayarkan berkisar Rp 10,6 miliar. Pembagian jumlah tunjangan sertifikasi disesuaikan dengan golongan masing-masing guru dan gaji pokok yang diterima per bulannya.

“Rata-rata Rp 3-4 juta per guru per bulan untuk dana sertifikasi. Selain yang 693 orang, kami juga sudah menerima tambahan guru sertifikasi baru angkatan dari Unimed-Medan sebanyak 140 guru. Ini pun belum jelas bagaimana dananya tetapi sudah kami ajukan,” kata Agus kepada SIB.

Untuk mengatasi persoalan dana sertifikasi guru, seyogianya Kementerian Dalam Negeri dapat mengalokasikan pembiayaan sertifikasi guru melalui pos Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tahun 2014 tercatat 1.826 guru Agama Islam aktif mengajar di Simalungun. Bahkan lebih dari 50 persen tercatat sebagai honor angkatan Pemkab Simalungun.

“Jika dari APBD, maka jumlah guru honor sertifikasi akan dibatasi. Dan tidak terus bertambah, karena sertifikasi ditujukan untuk memacu kreatifitas dan semangat guru mengajar, bukan sebagai ajang memperkaya diri. Sertifikasi ini mempersoalkan jumlah yang terus bertambah dan tidak seiring dengan jumlah anggaran yang tersedia, makanya macet,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen Departemen Agama Kabupaten Simalungun Drs Marulitua Sipayung MM mengemukakan, saat ini pihaknya sudah menerima kucuran dana Rp 2,7 miliar dari Kementerian Agama untuk dialokasikan kepada 276 guru sertifikasi. Masing-masing guru akan menerima dua bulan tunjangan sertifikasi.

Namun penyaluran dana tersebut, lanjut Marulitua, masih terkendala audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang masih mengumpulkan data penyaluran dana sertifikasi. Setelah audit selesai maka dana sertifikasi akan langsung disalurkan meskipun masih banyak kekurangan.

“Mungkin kalau tidak ada halangan, selesai audit pertengahan April 2014, dana sertifikasi sudah bisa disalurkan. Karena dana terbatas, penyaluran hanya dikucurkan untuk 276 guru, sementara 131 guru lagi masih dalam proses pengajuan,” kata Marulitua Sipayung saat ditemui di Kantor Departemen Agama Jalan Asahan Km 2 Kecamatan Siantar Simalungun.

Departemen Agama Kabupaten Simalungun berharap penyaluran dana sertifikasi segera dicairkan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, ia juga menghimbau agar para guru sertifikasi bersabar dengan kondisi ini. (C5/q)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 5 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.



Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen Drs Marulitua Sipayung MM
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments