Selasa, 10 Des 2019

Unjuk Rasa Buruh FTA SBSI di PT Bridgestone Ricuh, 35 Buruh Diamankan Polisi

Sabtu, 05 April 2014 11:00 WIB
Sib/ist
Arahan : Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik SIK MSi memberikan pengarahan kepada massa pengunjukrasa di Komplek PT Bridgestone, Jumat (4/4).
Simalungun (SIB)- Puluhan buruh tergabung dalam organisasi Federasi Transportasi Angkutan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FTA SBSI) unjuk rasa di pabrik PT Bridgestone di Nagori Dolok Melangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar Simalungun, Jumat (4/4). Massa menuntut PT Bridgestone agar tidak mempekerjakan anak di bawah umur dan membatalkan mutasi 6 karyawan ke kebun Aek Tarum Kabupaten Asahan.

Aliansi buruh berkumpul di depan pintu gerbang masuk kawasan pabrik. Orasi disampaikan buruh didampingi Ketua FTA SBSI Simalungun Ramlan Sinaga. Komunitas buruh kemudian berusaha masuk ke dalam kawasan pabrik.

Namun, aksi itu dihalangi oleh puluhan petugas keamanan pabrik yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang. Akibatnya, massa yang mulai emosi langsung merusak gerbang pabrik hingga roboh. Salah seorang di antara pendemo yang terbilang masih di bawah umur terluka di bagian kepala setelah besi pagar pabrik menggores kepalanya. Suasana semakin ‘memanas’. Sekira 2 jam terjadi kericuhan. Tak lama kemudian personil Polres Simalungun dan Polsek Serbelawan datang ke lokasi dan mengamankan sejumlah orang.

Ramlan Sinaga ketua FTA SBSI mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa PT Bridgestone mempekerjakan anak di bawah umur dan mengaku melihat empat anak di bawah umur dipekerjakan di perkebunan tersebut.

“Ada ratusan yang kami terima informasi dan empat sudah saya lihat,” kata Ramlan Sinaga.

Ia menambahkan, pihak perusahaan juga telah memutasikan enam orang pekerjanya dari Dolok Melangir ke Aek Tarum-Asahan tanpa alasan yang jelas. Ia meminta pihak perkebunan memperbaiki sistem managemen.

Kapolres Simalungun AKBP Andi Syahriful Taufik SIK mengatakan, unjuk rasa buruh FTA SBSI ke pabrik PT Bridgestone belum  ada kordinasi dan laporan ke Polres Simalungun. Menyikapi insiden kericuhan itu, polisi mengamankan 35 buruh diduga pelaku pengrusakan pagar.

“Sudah kita amankan 35 orang buruh dan memang, mereka ini sama sekali tidak ada kordinasi dan laporan ke kita. Untuk sementara, kami masih meminta keterangan mereka dan pihak pabrik juga mengaku akan menuntut,” kata Andi.

Sejak aksi dimulai hingga selesai tidak ada  perwakilan PT Bridgestone menemui massa pengunjukrasa. Beberapa pegawai pabrik PT Bridgestone mengatakan, pimpinan pabrik lagi sibuk melaporkan persoalan demo buruh itu ke Jepang. (C5/f)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 5 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

T#gs Unjukrasa
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments