Rabu, 08 Jul 2020

Puluhan Warga Desa Sukaraja Asahan Resah,PT Padasa Putus akses Jalan Keluar Masuk Desa

redaksisib Rabu, 22 Januari 2020 21:03 WIB
SIB /Mubakhtiar Lubis
MERANGKAK: Seorang siswa SDN, terpaksa merangkak melewati akses jalan yang diputus perkebunan PT Pedasa Enam Utama, di Desa Sukaraja Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan.
Asahan (SIB)
Puluhan warga Desa Sukaraja Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan resah, pasalnya PT Padasa Enam Utama melakukan pemutusan akses jalan keluar masuk tanpa koordinasi dengan pihak Desa.

Pantauan SIB, Selasa (21/1) perkebunan, PT Padasa yang dikelilingi 11 Desa di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Air Batu, melaksanakan penggalian parit dengan alat berat di setiap perbatasan wilayah perkebunan itu dengan wilayah desa.
Penggalian parit perbatasan sedalam 4 meter itu,langsung memutus akses jalan yang selama ini menghubungkan desa dengan PT Padasa.

Akibatnya puluhan warga Dusun 2 Desa Perkebunan Sukaraja tidak bisa melewati jalan itu lagi.

Bahkan anak sekolah yang selama ini diantar melewati jalan itu, terpaksa merangkak dan berjalan kaki sebut Supardi seorang warga Desa itu.

Kepala Desa Perkebunan Sukaraja M Sugianto menyesalkan program perkebunan PT Padasa yang secara sepihak memutus akses jalan tersebut.

Jika ada koordinasi sebelumnya dengan Desa,saya bisa menghimbau warga, untuk memenuhi ketentuan perusahaan PT Padasa, ujar Sugianto.

Sugianto menuding pihak perkebunan bersifat otoriter kepada warga Desa.

Jangankan CSR, kontribusi lainnya tak pernah diberikan ke Desa ini, tambahnya.

Humas PT Padasa Enam Utama Japri yang dikonfirmasi di perkebunan itu, Selasa (21/1) mengatakan, bahwa dia bukan pemutus di perusahaan itu.

Apa saja program yang dilaksanakan perusahaan di lapangan adalah semua ketentuan atasan/ manager.

Jadi saya hanya penampung aspirasi untuk disampaikan ke direksi, ujarnya.

Soal CSR, kita sudah berikan di tiga desa Kecamatan Air Batu, berupa 3 ekor sapi untuk kurban Idul Adha, katanya. (A05/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments