Kamis, 24 Sep 2020

Pekarya di Pangkalan Susu Pertanyakan SK Direktur SDM Pertamina

Pembayaran Uang Mandah, Uang Makan dan Uang Kehadiran Tak Jelas

Selasa, 01 Juli 2014 11:31 WIB
Pangkalansusu (SIB)- Pekarya (tenaga kerja kontrak) di PT Pertamina EP Field Pangkalansusu mempertanyakan kejelasan uang mandah (dinas luar kota), uang akomodasi (penginapan/malam), uang makan, pagi, siang, malam, uang harian serta uang transport.

Menurut keterangan sejumlah pekarya kepada SIB, dalam hal Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP) ditugaskan di luar lokasi dengan jarak radius minimum 60 Km, biaya perjalanan dinas dibayarkan secara lumpsum dengan tarif, akomodasi (penginapan/malam)  Rp 250 ribu per orang. "Sementara yang diterima pekarya hanya Rp 115 ribu.

“Sedangkan uang makan pagi Rp 25 ribu, tapi yang diterima pekarya hanya Rp 15 ribu. Bahkan uang harian (uang kehadiran)  Rp 25 ribu dan uang transpor lokal  Rp 50 ribu sama sekali tidak pernah kami terima,” ujar pekerja yang meminta identitasnya tidak ditulis.

Padahal, kata pekerja, dalam Surat Keputusan ditandatangani oleh Direktur SDM Pertamina, dengan  No:Kpts-004/K00000/2014-S0 sangat jelas diutarakan tentang kebijakan penyerahan sebagian pelaksanaan kerja kepada perusahaan penunjang jasa, maka perlu adanya keseragaman dan keselarasan dalam implementasinya agar tercipta industrial peace yang kondusif dan harmonis.

Surat Keputusan (SK) tentang tata kelola penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan jasa penunjang berlaku terhitung mulai tanggal 01 Januari 2014 di tetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Maret 2014, ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina, Evita M.Tagor.

Dalam SK tersebut dijelaskan, setiap pekarya berhak mendapatkan haknya dengan rincian, Akomodasi (penginapan/malam) sebesar Rp 250 ribu, uang makan, pagi Rp 25 ribu, siang Rp 25 ribu dan malam Rp 25 ribu. Uang harian sebesar Rp 25 ribu serta uang transport Rp 50 ribu. “Namun kenyataannya tidak seperti itu,” terang pekerja.

“Kami ingin mendapat kepastian  apa saja yang menjadi hak-hak pekarya,” itu saja ujar mereka.

Asisten Manajer Legal Relations Pertamina EP Pangkalansusu, Taufiq Riadi dikonfirmasi SIB  mengatakan, dia tidak mengerti terkait tuntutan pekarya. “ Saya belum pernah membaca SK Direktur SDM,” ujarnya sembari meminta berkas SK tersebut untuk difoto copy. (B3/i)
T#gs Pembayaran
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments