Jumat, 14 Agu 2020

Petani Tobasa Mengeluh

Panen Raya Tiba, Harga Gabah Turun

Selasa, 10 Juni 2014 11:16 WIB
Tobasa (SIB)- Baru beberapa minggu dimulai musim panen di beberapa kecamatan di Toba Samosir, harga gabah mengalami penurunan. Jika sebelum tiba musim panen, petani masih dapat menjual gabahnya Rp 4.600 per kilogram, saat ini petani hanya bisa menjual gabahnya Rp 4.100 per kg.

T Manurung salah seorang petani Kecamatan Parmaksian saat ditemui wartawan, Minggu (8/6) mengaku kesal dengan turunnya harga gabah pada musim panen raya saat ini. Turunnya harga gabah disebabkan tengkulak ingin meraup untung besar dari penderitaan petani.

“Setelah tiba musim panen harga gabah kami turun, padahal di bulan yang lalu (Mei) masih normal. Harga ini benar-benar mencekik leher para petani,” ujarnya.

Dirinya bingung dengan harga gabah di setiap musim panen raya selalu mengalami penurunan. Padahal, harga beras saat  ini tidak mengalami penurunan.

“Kalau memang harga gabah turun, kok harga beras tak turun. Harga gabah yang kami jual saat ini hanya Rp 4.100 per kg, sebelumnya harga gabah Rp 4.600 per kg. Sedangkan harga beras lokal saat ini tetap stabil berkisar Rp 13 ribu-14 ribu per kilo,” jelasnya.

Selain anjloknya harga gabah, sebagian petani di Toba Samosir mengalami penurunan produktivitas. Ini disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu.

“Musim kemarau yang panjang beberapa waktu yang lalu sangat mempengaruhi hasil panen kami. Kemarau musim lalu menjadi salah satu penyebab buruknya nasib kami,” ucap Manurung.

Pada kondisi normal, satu hektare lahan pertanian di Toba Samosir bisa menghasilkan paling tidak 4,5 ton gabah basah. Namun pada saat ini satu hektare hanya bisa menghasilkan 3 ton gabah basah.

“Kami pasrah saja sekarang, tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagian dari hasil panen yang kami jual akan membayar pupuk yang sudah dipakai beberapa bulan yang lalu dan juga untuk membeli pupuk untuk musim tanam untuk tahun depan,” sebut Manurung.

Hal senada dikatakan P Marpaung petani Kecamatan Bona Tua Lunas yang juga mengeluhkan harga gabah yang saat ini mengalami penurunan.  “Harga gabah sekarang sudah mengalami penurunan, padahal kita tidak bisa bertahan menahan gabah di rumah untuk biaya kehidupan sehari-hari. Mau tak mau harus juga dijual,” katanya. (F1/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
T#gs Panen
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments