Selasa, 10 Des 2019

Terkait Pendirian Bangunan di Sempadan Sungai Batu Bolon

Kepala Badan BPPT Kota Pematangsiantar Tuding Pengusaha Melanggar IMB

Jumat, 26 Juni 2015 21:08 WIB
Pematangsiantar (SIB)- Kepala Badan (Kaban) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Pematangsiatar, Esron Sinaga menuding pengusaha perumahan dan pemukiman, dan diskotik  di sempadan Sungai Bah Bolon, Jalan Parapat, Kecamatan Simarimbun, melanggar ketentuan izin yang telah dikeluarkan.

“Kami tidak ada melakukan pelanggaran Undang-Undang No: 28Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis IMB gedung dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian IMB. Semua telah sesuai dengan prosedur, tapi pengusahanya yang melanggar ketentuan IMB yang telah terbitkan,” ujarnya.

Namun saat ditanya apakah ada tindakan yang dilakukan oleh BPPT terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha tersebut, Kaban BPPT Kota Pematangsiantar lebih memilih diam dan tidak berkomentar.” Nantilah tunggu saya kordinasikan dengan pihak Satpol PP untuk menegur pengusaha tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, DR Robert Tua Siregar PhD mengatakan dalam rangka penataan pembangunan agar sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan terkendalinya setiap kegiatan pembangunan agar sesuai dengan fungsi, persyaratan teknis dan administrasi, sehingga tercapai perencanaan tata ruang kota yang optimal pihak BPPT Kota Pematangsiantar harus tegas dan bertindak sesuai dengan prosedur UU yang berlaku.

“BPPT harus tegas, sehingga tidak ada pemikiran masyarakat dan menuding BPPT menyalahgunakan jabatan hanya untuk kepentingan rupiah, maka dari itu bangunan tersebut harus ditinjau kembali, karena ini sangat rawan dan berpotensi bencana yang dapat mengakibatkan rumah penduduk di sepanjang sempadan Sungai Bah Bolon selalu direndam banjir jikat turun hujan dan debit air sungai naik,” ungkapnya. (C06/w)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments