Minggu, 27 Sep 2020

Dialog FKUB, Bupati Labuhanbatu: Apapun Dilakukan Keharmonisan dan Kerukunan Umat Beragama

Rabu, 02 Juli 2014 10:58 WIB
SIB/Ist
FKUB: Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD memberikan arahan pada Pertemuan Tokoh Agama, FKUB, Kementerian Agama dan Pemkab Labuhanbatu, Kamis (26/6), di Wisma Putri Deli Rantauprapat.
Rantauprapat (SIB)- Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menegaskan apa pun bisa dilakukan demi mempertahankan keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Labuhanbatu.

"Secara umum pemerintah memiliki program pro umat beragama seperti Labuhanbatu Mengaji, Bilal Mayit, Bantuan Guru Sekolah Minggu dan lain-lain. Semuanya itu merupakan perwujudan dari visi misi kami yang telah berjalan dan dirasakan masyarakat manfaatnya," ungkap Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD pada pertemuan tokoh agama FKUB, Kementerian Agama dan Pemkab Labuhanbatu, Kamis (26/6), di Wisma Putri Deli Rantauprapat, dihadiri Plt Sekda H Ali Usman Harahap.

Tigor menyebut Pemkab Labuhanbatu menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, terkhusus kepada Kakan Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Labuhanbatu dan semua pihak yang telah menjaga kerukunan demi kondusifitas Labuhanbatu.
Dia juga mengajak seluruh pihak menjaga ketertiban, keamanan dan kondusifitas Labuhanbatu dengan mengedepankan prinsip saling menghormati dan menghargai bagi seluruh umat beragama.

"Informasikan dan komunikasikan masalah yang terjadi di masyarakat mengenai gangguan bagi kerukunan umat beragama sekecil apapun kepada instansi terkait agar segera dapat diselesaikan. Selanjutnya, mari kita dukung semua program pemerintah yang pro umat beragama," ujarnya.

Ketua FKUB Labuhanbatu H Ramlan Ritonga menjelaskan FKUB adalah organisasi binaan pemerintah. Kakan Kemenag, tentunya dalam melaksanakan program tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Bupati.

"Salah satu tugas kita adalah memberikan rekomendasi untuk rumah ibadah dan memberikan rekomendasi peminjaman tempat untuk dijadikan sebagai rumah ibadah sementara bagi umat yang belum memiliki rumah ibadah. Untuk itu kita telah memberikan rekomendasi Rantauprapat Hotel untuk tempat rumah ibadah sementara, aula Suzuya Hotel dan Permata Land Hotel sebagai tempat rumah ibadah sementara," sebutnya.

Dialog diikuti 70 utusan umat beragama, dari 9 kecamatan se-Labuhanbatu dengan pembicara Bupati Labuhanbatu, Wakapolres dan Kakan Kemenag Labuhanbatu.

"Harapan kita, kerukunan antarumat beragama semakin baik di Kabupaten Labuhanbatu dan rumah ibadah serta kegiatan ibadah di dalamnya berjalan aman damai," ujarnya. (D9/q)



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments