Minggu, 27 Sep 2020

DPRD Minta PNS Pemko Tebingtinggi Test Urine

*Lurah Bulian Tersangkut Kasus Narkoba Terancam Dipecat
Rabu, 02 Juli 2014 11:00 WIB
Tebingtinggi (SIB)- Terkait tertangkapnya oknum lurah membawa sabu untuk pacarnya di Polres Tebingtinggi, Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM sebaiknya melakukan tes urine kepada seluruh PNS.

Hal itu diutarakan Ketua Komisi II DPRD Tebingtinggi Ir Pahala Sitorus MM di sela-sela perayaan Hari Jadi ke-97 Kota Tebingtinggi di Pemko Tebingtinggi, Selasa (1/7). “Saya bagaikan disambar petir membaca pemberitaan pagi ini, bahwa ada oknum lurah  ditangkap Polres Tebingtinggi karena ketahuan membawa sabu ke tahanan Polres,” kata Pahala Sitorus.

Pahala Sitorus mendesak Wali Kota Tebingtinggi melakukan tes urine di Lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi karena apa yang terjadi pada oknum lurah tersebut mengindikasikan bahwa aparatur Pemko Tebingtinggi belum bersih dari pengaruh narkotika.

“Ini sangat berbahaya dalam pemerintahan. Sama berbahaya dengan kejahatan korupsi. Pejabat yang narkoba bukan cuma merugikan dirinya sendiri, tetapi merugikan masyarakat luas. Bayangkan kalau dia tidak stabil saat melayani masyarakat,” tambah Pahala Sitorus.

Untuk itu ia meminta Wali Kota Tebingtinggi agar jangan  menunda-nunda tes urine kepada PNS mulai dari pejabat eselon terendah hingga teratas, agar aparatur negara yang melayani masyarakat bisa jauh dari pengaruh narkotika.

Lurah Bulian Terancam Dipecat

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba, baik sebagai pengedar maupun pemakai, terancam diberikan sanksi pemecatan. Sanksi tegas itu mengacu pada peraturan kepegawaian sesuai PP Nomor 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil.

Hal ini ditegaskan Sekda Kota Tebingtinggi Johan Samose Harahap SH MSP, Selasa (1/7) menanggapi kasus Luruh Bulian Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, AH (27) yang ditangkap membawa sabu saat menjeguk kekasihnya di rumah tahanan Polres Tebingtinggi.

Menurut Sekda, tugas lurah yang bersangkutan sudah langsung diganti sebab lurah sebagai ujung tombak pemerintahan tidak boleh kosong. "Lurah yang bersangkutan sudah kita ganti," tegas Johan Samose sembari mengatakan siapa saja bisa terlibat dalam kasus narkoba.

Sebagai seorang lulusan STPDN, Lurah Bulian AH sebaiknya bisa menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi, ia malah melakukan pelanggaran disiplin PNS. Kasus ini sepenuhnya diserahkan ke pihak berwajib.

"Terkait dengan aturan kepegawaian tentu kita menunggu keputusan pihak yang berwewenang. Jika yang bersangkutan harus dihukum tentu harus melihat putusan Pengadilan sebab jika putusan Pengadilan lebih dari 2 tahun, maka PNS yang bersangkutan akan dipecat sesuai PP Nomor 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan Pegawai Negeri dimana di dalamnya diatur hukuman yang diberikan yaitu, berat, sedang dan ringan tergantung pelanggaran yang dilakukan," ungkap Sekda. (C15/C16/h)



T#gs DPRD
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments