Kamis, 24 Sep 2020

Bayi Tanpa Batok Kepala Lahir di Simalungun

Jumat, 02 Mei 2014 17:19 WIB
Simalungun (SIB)- Rasa pilu yang mendalam dirundung pasangan suami-istri Sutiono (44) dan Yusridinati alias Iyus (40) warga Dusun Simanggar Kelurahan Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Simalungun. Bayi yang dilahirkan Iyus pada Rabu malam (30/5) memiliki kelainan yang cukup langka.

Bayi laki-laki ini lahir di Klinik Karya Husada Perdagangan dengan kondisi fisik memprihatinkan, tanpa batok kepala. Kondisinya cukup mengenaskan dengan kepala lembek. Bagian otak kiri dan kanan keluar. Saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruangan khusus Klinik Karya Husada setelah lahir pukul 23.00 WIB.

Sutiono ayah kandung bayi tersebut mengatakan, selama dalam kandungan, putra bungsunya normal dalam arti tidak ada muncul firasat buruk dan usia kandungan istrinya pun mencukupi. Karyawan pabrik getah PT Panja Surya ini mengaku tidak ada tanda-tanda sebelumnya atas kondisi abnormal ini.

“Saya pun sempat terkejut ketika salah seorang perawat dari tim dokter yang menangani istri saya memperlihatkan kondisi anak saya setelah dimandikan. Sungguh memprihatinkan isi kepalanya terlihat jelas,” kata  Sutiono ditemui SIB, Kamis (1/5) di Klinik Karya Husada.

Petugas medis yang melakukan operasi caesar pada ibu bayi ini mengatakan kepada Sutiono bahwa bayinya diperkirakan hanya bertahan sekitar 24 hari setelah dilahirkan. Hal itu disebabkan kelainan yang terjadi pada si bayi membuatnya cukup sulit bertahan hidup. Saat ini, keluarga Sutiono yang berpenghasilan pas-pasan berharap kepedulian pemerintah dan perusahaan tempat ia bekerja untuk mendukung dan membantunya dalam mencukupi biaya perobatan anaknya.

“Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. Apalagi malam itu dokter mengatakan, anak saya diperkirakan hanya bertahan berkisar 24 hari saja. Namun begitu, saya masih terus berharap dan berdoa untuk kesembuhan anak saya,” ujarnya.

Terpisah, pakar kesehatan dr Intan mengatakan, penyakit jenis Anansefali biasanya disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada si anak selama masa kandungan. Kelainan ini bisa terjadi karena kurang asam folat selama kehamilan.

“Kebanyakan kelainan pada tengkorak kepala bayi terjadi saat kehamilan pembentukan bayi. Saat itu si ibu kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti roti, gandum dan sayuran. Dan kondisi seperti itu, anak harus mendapatkan perawatan khusus,” katanya saat dihubungi SIB. (BNS/C5/q)
T#gs Bayi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments