Minggu, 20 Sep 2020

Awal 2020, Japfa Ekspor Hasil Budidaya Perikanan Rp 13 Miliar ke Luar Negeri

redaksisib Rabu, 15 Januari 2020 16:28 WIB
SIB/Dok
PACKING: Karyawan menyusun packing hasil budidaya perikanan Tilapia PT Japfa berbentuk produk olahan fillet untuk diekspor ke luar negeri, Selasa (14/1).
Simalungun (SIB)
Pada awal 2020, PT Japfa Comfeed Indonesia melalui PT Suri Tani Pemuka (STP) dan PT Iroha Sidat Indonesia (ISI) telah mengekspor produk hasil budidaya perikanan senilai Rp 13 miliar ke benua Amerika, Eropa, Afrika dan Asia.

"Setelah sukses meningkatkan nilai ekspor 53% pada 2019, PT Japfa melalui anak perusahaan STP dan ISI, awal tahun 2020 mengekspor produk budidaya perikanan bentuk olahan ikan Sidat dan Tilapia berbentuk fillet tanpa tulang ikan ke 14 negara yang tersebar di beberapa benua," ujar Head of Aquaculture Division Japfa Group Ardi Budiono didampingi Government Relation Andhi Trapsilo di Jalan Saribudolok Simalungun, Selasa (14/1).

Selain mengekspor hasil budidaya perikanan, Andhi juga menyampaikan Japfa juga telah mengekspor pakan udang ke Amerika, Jepang, Filipina dan Timor Leste.

Pelepasan ekspor produk budidaya perikanan Indonesia ke luar negeri yang dipusatkan di Bayuwangi Pulau Jawa dihadiri Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Dirjen Kementerian Perdagangan Luar Negeri dan Bupati Banyuwangi di Pabrik Pengolahan Sidat PT ISI, ungkap Andhi.

Diterangkannya, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman mengapresiasi komitmen perusahaan dalam melaksanakan nilai menuju kesejahteraan bersama sesuai dengan arahan Presiden RI, agar bersinergi untuk menggabungkan kekuatan perusahaan dengan pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memajukan produk budidaya perikanan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana tutur Andhi, dalam pidatonya mengutarakan rasa bangga terhadap Japfa karena berhasil menembus pasar internasional dengan produk olahan perusahaan ke berbagai mancanegara.

Dikatakan Indrasari, pelepasan ekspor ini telah membuka kembali langkah Japfa untuk melanjutkan komitmen dalam mendukung ekspor dan kemajuan produk Indonesia yang bersinergi dengan pemerintah. "Sepanjang tahun 2019, Divisi Budidaya Perairan Japfa mampu memberikan kontribusi ekspor senilai Rp 438 miliar," ungkap Indrasari.

Head of Aquaculture Division Japfa Group Ardi Budiono menyampaikan, pelepasan ekspor hasil budidaya perikanan Indonesia sebagai bentuk konsistensi perusahaan dalam mendukung ekspor di berbagai komoditas dengan mengekspor produk budidaya perikanan ke luar negeri dalam mendukung pemerintah meningkatkan devisa negara.

Dikatakannya, pelepasan ekspor budidaya perikanan Japfa dilaksanakan serentak di tiga unit bisnis perusahaan Banyuwangi, Cirebon dan Medan yang dipusatkan di Banyuwangi.

Pencapaian ini didukung mutu hasil budidaya perikanan yang harus dijaga, mulai pemilihan bahan baku dan pengawasan yang ketat serta melalui proses produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, menggunakan pakan ikan apung ramah lingkungan di Danau Toba dan proses pemberian pakan menggunakan feed broadcaster.

Japfa akan terus berupaya melakukan peningkatan mutu dan layanan untuk membuka peluang agar dapat memasuki pasar internasional yang lebih luas guna mendukung program Pemerintah Indonesia akan target ekspor Perikanan Indonesia.

PT Japfa Comfeed Indonesia merupakan perusahaan agribisnis di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pembibitan dan penggemukan sapi, budidaya perikanan, serta produksi vaksin dan obat-obatan hewan, kata Ardi. (S12/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments