Kamis, 24 Sep 2020

Penggalian Pasir Terus Terjadi, Tanggul Sungai Sigeaon di Tarutung Makin Hancur

Senin, 30 Juni 2014 15:05 WIB
SIB/Prins Jhon Manalu
MAKIN HANCUR: Tanggul Sungai Sigeaon di Tarutung makin hancur akibat terkurasnya pasir dari dalam sungai. Penggalian pasir secara besar-besaran masih terus terjadi di hulu dan di hilir sungai tersebut. .Foto dipetik, Minggu (29/6).
Tarutung (SIB)- Tanggul Sungai Sigeaon di Tarutung semakin hancur akibat penggalian pasir yang terjadi terus-menerus di hulu dan di hilir sungai yang terbentang mulai dari Tarutung sampai Sipoholon. Bahkan debit air telah turun sekira 2 meter yang mengakibatkan daerah pertanian dan perikanan kekeringan.

Penggalian pasir secara besar-besaran setiap harinya oleh para penambang dengan menggunakan mesin penyedot telah mengakibatkan tanggul sungai banyak yang longsor meskipun baru setahun diperbaiki melalui anggaran propinsi, karena sungai yang terbesar di Tarutung itu ditangani propinsi.

Pantauan SIB, Minggu (29/6), selain kerusakan tanggul, juga mengakibatkan aliran air sungai tidak normal sehingga banyak sampah tersangkut dan terlihat jorok. Hal itu terlihat jelas terutama di sekitar Jalan Diponegoro atau depan kawasan HKI.

Menurut salah seorang warga Tarutung M Nainggolan, penggalian pasir saat ini sudah terjadi besar-besaran di hulu dan di hilir sungai, salah satunya di kawasan Pasar Sirongit Sipoholon dan di kawasan Jalan Sepapagan Tarutung. Diperkirakan seratusan truk pasir setiap harinya keluar dari Sungai Sigeaon dan dijual para pengusaha panglong. Selain itu juga dampak penebangan pohon di beberapa kawasan hutan yang terjadi di Parmonangan dan Sipoholon sehingga air tidak normal.

Disebutkan, jika hal itu dibiarkan terus dan tidak ada pengawasan dari pemerintah, maka dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap lingkungan di sekitarnya termasuk mengancam kekokohan jembatan yang ada di Tarutung dan Sipoholon. "Jadi perlu pengawasan ketat  pemerintah," katanya. (E1/q)



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments