Senin, 16 Sep 2019

Jalan di Desa Sibuntuon Sijamapolang Sangat Memprihatinkan

* Camat: Kerusakan Jalan Diduga Akibat Truk Pengangkut Kayu Melebihi Muatan
Sabtu, 15 Maret 2014 18:30 WIB
Humbahas (SIB)- Kondisi jalan di Desa Sibuntuon, Kecamatan Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) saat ini sangat memprihatinkan. Padahal, sebagian besar jalan di desa itu baru beberapa tahun siap dikerjakan pihak terkait, namun sudah rusak kembali.

Pantauan SIB belum lama ini, di sejumlah titik jalan banyak dipenuhi lobang yang  menganga. Tidak hanya itu, sebagian besar jalan kini tampak seperti baru dilakukan pengerasan. Padahal sebenarnya jalan tersebut baru satu atau dua tahun lalu dikerjakan oleh pemerintah setempat.

Informasi yang dihimpun SIB dari sejumlah warga setempat mengatakan, kerusakan jalan baru terjadi sekitar beberapa bulan terakhir yang diduga akibat truk pengangkut kayu alam milik pengusaha warga Kecamatan Doloksanggul yang diduga selalu membawa muatan melebihi tonase.

“Baru beberapa bulan terakhir ini rusak parah. Penyebabnya gara-gara truk pengangkutan kayu yang melintas ke arah Doloksanggul,” kata salah seorang warga setempat mengaku bermarga Silaban, ketika ditanyai SIB.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang pelajar bermarga Simamora warga Desa Desa Nagurguran yang kebetulan melintas dari jalan tersebut. Dia mengaku sangat terganggu akibat rusaknya jalan tersebut. “Mau tidak mau, harus dilewati lah bang. Sebenarnya baru beberapa bulan terakhir kondisinya begini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Camat Sijamapolang Luhut Parhusip ketika ditemui SIB di rumah dinasnya menyampaikan, kerusakan jalan tersebut sebagian besar diakibatkan aktifitas pengangkutan kayu alam dari Desa Sibuntuon menuju Kecamatan Doloksanggul. Dia juga mengaku jalan yang rusak tersebut belum beberapa tahun siap dikerjakan.

Dan untuk mengantisipasi bertambahnya kerusakan jalan Desa Sibuntuon dan sejumlah akses jalan lainnya, pihaknya atas nama pimpinan kecamatan sudah beberapa kali menegor dan menyurati serta menghimbau pihak pengusaha angkutan, agar tidak membawa muatan melebihi tonase jalan. Namun teguran dan himbaun itu tampaknya tidak digubris oleh pihak pengusaha pengangkutan.

“Sebenarnya saya sudah pernah menegor pengusahanya agar tidak membawa muatan yang berlebihan serta tidak melintas pada malam harinya. Dan hal itu sudah saya sampaikan kepada pimpinan. Namun kayaknya mereka (pengusaha) tidak mengindahkan peringatan itu,” kata Luhut seraya menyampaikan, kalau dia tidak salah, jalan yang rusak tersebut baru siap dikerjakan dua tahun lalu.

Dia berharap, untuk menghindari makin parahnya kerusakan jalan di daerah itu, pihak pengusaha pengangkutan dihimbau lagi agar membawa muatan sesuai dengan kemampuan jalan. “Demi kebaikan bersama, kita menghimbau pengusaha untuk tidak membawa muatan yang melebihi tonase,” harapnya. (F5/q)
 


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments