Kamis, 18 Jul 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Wanita India Diperkosa di Depan Suaminya, 6 Pria Ditangkap

Wanita India Diperkosa di Depan Suaminya, 6 Pria Ditangkap

admin Senin, 13 Mei 2019 19:04 WIB
Ilustrasi
New Delhi (SIB) -Kepolisian India menangkap enam pria terkait pemerkosaan seorang wanita muda di hadapan suaminya. Korban menuntut agar para pelaku dihukum mati. Seperti dilansir The Times of India dan NDTV, Sabtu (11/5), Kepolisian Rajasthan telah menangkap enam tersangka pada pekan ini. Dua tersangka di antaranya baru ditangkap pada Kamis (9/5) waktu setempat.

"Hansraj Gurjar ditangkap dari Mathura di Uttar Pradesh dan Chhote Lal Gurjar ditangkap dari Paragpura dekat Jaipur pada Kamis (9/5). Keduanya merupakan dua tersangka tersisa dalam kasus ini mengingat rekan-rekan mereka telah ditangkap pada Selasa (7/5) dan Rabu (8/5) waktu setempat," tutur Inspektur Jenderal Polisi Jaipur Range S Sengathir menuturkan kepada The Times of India (TOI).

Lima tersangka ditangkap terkait pemerkosaan bergiliran, sedangkan tersangka keenam ditangkap karena mengunggah video pemerkosaan itu ke media sosial. Laporan NDTV menyebut keenam tersangka itu bernama Indra Raj Gurjar, Mahesh Gurjar, Ashok Gurjar, Hansraj Gurjar, Chhote Lal Gurjar dan Mukesh Gurjar.

Dalam wawancara dengan TOI, korban yang berusia 20 tahun dan tidak disebut identitasnya ini, menyerukan agar semua pelaku dihukum mati. "Saya ingin kelima pria yang memperkosa saya, merekam saya bahkan ketika saya memohon agar mereka tidak melakukannya dan telah mengubah hidup kami selamanya dalam cara yang menjadi membuat saya bermimpi buruk, harus dihukum gantung," tegas korban kepada TOI. "Jika ada hukuman yang lebih berat dari itu, maka seharusnya dijatuhkan pada lima orang ini," imbuhnya.

Meskipun korban dan suaminya masih memulihkan diri dari trauma yang mereka derita, keduanya bertekad untuk melanjutkan perjuangan hukum mereka. Mereka menolak terintimidasi oleh para pelaku. "Sekarang, saya tidak takut pada siapa pun. Kami akan terus berjuang. Ditangkapnya pelaku bukanlah tujuan utama, tapi kami ingin melihat mereka dijatuhi hukuman mati," tegas sang suami yang tidak disebut namanya.

Dalam kasus ini, korban diperkosa secara bergiliran oleh lima pria di depan suaminya. Sang suami dipukuli dan diikat dalam keadaan bugil, kemudian dipaksa menyaksikan momen menyakitkan saat istrinya diperkosa para pelaku selama tiga jam. Aksi bejat ini direkam dengan telepon genggam pelaku.

Suami korban yang tidak disebut namanya, menyebut momen itu sebagai 'tiga jam di neraka'. "Awalnya kami berteriak minta tolong, tapi kami menyerah setelah menyadari itu sia-sia," tutur sang suami kepada TOI.

Korban dan suaminya awalnya tidak langsung melaporkan pemerkosaan ini, karena takut para pelaku membahayakan orangtua dan keluarga mereka. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke polisi karena tidak ingin orang lain mengalami hal serupa.

Setelah korban melapor ke polisi, para pelaku masih nekat meminta uang kepadanya sebagai jaminan untuk tidak menyebarluaskan video pemerkosaan itu. Namun pelaku akhirnya mengunggah video pemerkosaan itu ke media sosial pada 4 Mei lalu.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir NDTV, National Commission for Scheduled Castes--badan konstitusional India yang bertugas mengawasi perlindungan terhadap eksploitasi kasta terendah di negara tersebut--meminta jajaran kepolisian setempat ditindak secara hukum karena tidak secara cepat menangani kasus ini.

Pada Selasa (7/5) lalu, pemerintahan Rajasthan mencopot Kepala Kepolisian Alwar Rajiv Pachar dan menonaktifkan seorang polisi bernama Sardar Singh yang bertugas saat korban dan suaminya pertama melapor. Empat polisi lainnya juga dinonaktifkan dari tugasnya.

Wakil Ketua komisi tersebut, L Murgan, menuturkan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa korban telah mendapatkan kompensasi sebesar 4 lakh Rupee atau 400 ribu Rupee (Rp 81,4 juta), terlepas dari kompensasi sebesar 50 ribu Rupee dari Departemen Urusan Wanita dan Anak. Kasus ini memicu protes di sebagian wilayah Rajasthan dengan para demonstran meminta hukum ditegakkan untuk korban. (Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments