Jumat, 07 Agu 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Usulkan Pilpres AS Ditunda, Trump Dikecam Partai Demokrat dan Republik

Usulkan Pilpres AS Ditunda, Trump Dikecam Partai Demokrat dan Republik

Sabtu, 01 Agustus 2020 17:34 WIB
Foto: AP

Joe Biden berlutut saat berkunjung ke Rumah Belajar Biden, pada Kamis (9/7) di Scranton, Pennsylvania, AS. Donald Trump, Jumat (31/7) mengusulkan penundaan pilpres AS yang akan digelar pada 3 November 2020. Usulan tersebut dikemukakan ketika hasil sejumlah polling menunjukkan Biden unggul atas Trump. 

Washington (SIB)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan usulan untuk menunda pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pada November tahun ini. Usulan yang belum pernah terjadinya sebelumnya ini memicu kecaman lintas partai dan hampir tidak memiliki peluang untuk diterima.

Trump, yang akan menghadapi capres dari Partai Demokrat, Joe Biden pada 3 November mendatang, tidak memiliki kewenangan konstitusional untuk mengubah tanggal pilpres, yang ditetapkan oleh hukum. Hasil polling-polling yang dilakukan saat ini menunjukkan Biden unggul atas Trump.

Alasan Trump untuk menunda pemilihan adalah klaimnya, yang tidak didukung oleh bukti, bahwa penggunaan besar-besaran dari pemilihan melalui surat sebagai cara untuk melindungi pemilih selama pandemi virus corona, akan menyebabkan penipuan massal.

Pemungutan suara melalui surat akan menjadikannya sebagai "Pemilu yang paling tidak AKURAT & PENIPUAN dalam sejarah. Ini akan sangat memalukan bagi AS," katanya dalam postingan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/7). "Tunda Pemilu sampai orang-orang dapat memilih dengan benar dan aman," tulis Trump dalam cuitannya.

Kemudian pada konferensi pers, Trump kembali berusaha untuk meragukan pemilihan nanti. "Apakah saya ingin melihat perubahan tanggal? Tidak. Tapi saya tidak ingin melihat pemilu yang tak jujur. Pemilihan ini akan menjadi pemilu paling curang dalam sejarah jika itu terjadi," katanya.

Gagasan Trump itu menuai kecaman Partai Demokrat dan partainya sendiri, Republik. "Ancaman Trump tidak lebih dari upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian," kata Komite Nasional Demokrat dalam pernyataan. "Trump dapat men-tweet semua yang dia inginkan, tetapi kenyataannya dia tidak dapat menunda pemilihan, dan pada bulan November, para pemilih akan meminta pertanggungjawabannya," demikian disampaikan.

Diketahui bahwa sepanjang sejarah, Amerika Serikat tidak pernah mengizinkan penundaan pilpres. AS bahkan tetap mengadakan pemilihan selama Perang Sipil, dan hanya Kongres yang dapat mengubah waktunya. Dengan Demokrat yang berkuasa di Dewan Perwakilan Rakyat dan Partai Republik di Senat dengan cepat menyampaikan penolakan, gagasan Trump itu tidak akan terlaksana.

Pemimpin Senat Partai Republik, Mitch McConnell, kepada televisi WNKY menegaskan bahwa AS tidak pernah melewatkan jadwal pemilihan umum yang telah ditetapkan. Secara terpisah, saat dimintai komentarnya, Senator Republik Marco Rubio, sekutu Trump, mengatakan: "Saya berharap dia (Trump) tidak mengatakan itu." (AFP/detikcom/f)

T#gs DikecamDitundaPartai DemokratPilpres ASTrump
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments