Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman

Kamis, 22 November 2018 12:09 WIB
Port Blair (SIB) -Seorang turis asal Amerika Serikat tewas akibat terkena anak panah anggota suku yang dilindungi di salah satu wilayah paling terisolasi di dunia, Kepulauan Andaman di India. Demikian pernyataan kepolisian India pada Rabu (21/11) seperti diwartakan AFP. John Chau (27) dibawa oleh nelayan setempat dengan menggunakan kapal sebelum melakukan aksi berisikonya, bersampan sendirian di Pulau Sentinel Utara yang terpencil. Sekitar area tersebut ditinggali oleh masyarakat pedalaman yang hidup terlepas dari dunia luar. Seorang sumber mengatakan kepada AFP, saat Chau menginjakkan kaki ke pulau, lesatan panah menghujani dirinya. 

Berinteraksi dengan beberapa suku di kepulauan yang terletak di Samudera Hindia tersebut merupakan tindakan ilegal. Hal itu bertujuan untuk melindungi kehidupan asli mereka dan mencegah mereka terserang penyakit. Polisi telah memasukkan kasus ini sebagai pembunuhan dan 7 orang yang diduga terlibat telah ditahan. "Investigasi kasus ini masih berlangsung," kata polisi senior Deepak Yadav. Melansir Hindustan Times, petugas polisi Vijay Singh mengatakan, mereka yang ditahan termasuk nelayan yang memfasilitasi Chau ke wilayah tersebut. 

Singh mengatakan, pria berusia 27 tahun itu tewas pada Sabtu lalu, namun dia menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Chau diketahui melakukan beberapa kali perjalanan ke Kepulauan Andaman sebelum akhirnya berhasil dengan menawarkan sejumlah uang kepada nelayan lokal. "Dia mencoba menjangkau pulau Sentinel pada 14 November tapi tidak berhasil," kata seorang sumber. "Dua hari kemudian dia pergi lagi dengan persiapan matang. Dia meninggalkan perahu nelayan di tengah perjalanan, dan bersampan sendirian menuju pulau," imbuhnya. 

Sumber menuturkan, Chau diserang dengan panah namun dia terus berjalan. Nelayan menyaksikan anggota suku mengikat leher dan menyeret tubuhnya. "Mereka ketakutan dan melarikan diri, tapi kembali keesokan paginya dan menemukan jenazahnya berada di tepi laut," ujarnya. Kepulauan Andaman merupakan rumah bagi suku Jarawa yang beranggotakan sekitar 400 orang. Aktivis menyebut, keberadaan mereka mendapat ancaman dari pihak luar yang kerap menyuap pemerintah lokal untuk menghabiskan satu hari bersama mereka. Namun, suku-suku lain seperti Sentinel menghindari semua kontak dengan dunia luar dan dikenal tidak bersahabat dengan orang asing. Angkatan Laut India berupaya melindungi penghuni Pulau Sentinel Utara, yang jumlahnya hanya sekitar 150 orang. (AFP/Hindustan Times/Kps/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments