Rabu, 23 Okt 2019

Trump Mengaku Masih Percaya kepada Kim Jong Un

admin Senin, 27 Mei 2019 19:48 WIB
SIB/dailymail
NONTON SUMO: Presiden AS Donald Trump, PM Jepang Shinzo Abe didampingi para istri menyaksikan pertandingan sumo di Tokyo, Sabtu (25/5). Kunjungan Trump ke Jepang berlangsung di tengah-tengah laporan Korut menembakkan dua rudal jarak pendek.
Tokyo (SIB) -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan masih mempunyai "kepercayaan" dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Pernyataan itu tertuang dalam kicauan di Twitternya di tengah kunjungan ke Jepang dalam rangka meningkatkan relasi dengan sekutu terdekatnya di Asia itu. Trump menuturkan dia menerima "sinyal" dari Kim melalui media pemerintah Korut soal mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Saat itu, Biden disebut oleh KCNA sebagai sosok yang "dungu" serta "si bodoh yang ber-IQ rendah" karena melontarkan kritikan kepada Kim sebagai diktator dan tiran. "Korut menembakkan sejumlah senjata kecil yang mengganggu banyak orang. Namun tidak dengan saya," kata Trump merujuk kepada uji coba senjata Korut pada awal Mei ini.

Beberapa jam sebelum Trump mendarat pada Sabtu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton berkata tidak diragukan lagi uji coba rudal Korut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun Bolton melanjutkan Washington siap untuk melanjutkan negosiasi. Hal senada juga dinyatakan Presiden Trump yang berkata dia masih percaya bahwa Kim bakal memenuhi janjinya. "Saya juga tersenyum ketika dia menyebut si Manusia Rawa Biden sebagai pria ber-IQ rendah dan lebih buruk lagi. Mungkin itu sinyal bagi saya?" tanya Trump.

Korut merupakan salah satu agenda utama yang bakal dibahas Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe selama kunjungannya ke Negeri "Sakura" itu. Pyongyang dilaporkan menembakkan dua rudal jarak pendek pada 9 Mei setelah latihan yang digelar lima hari sebelummya, dan menjadi uji coba pertama dalam 18 bulan terakhir.

Korut tidak lagi melakukan uji coba rudal maupun senjata nuklir sejak November 2017 setelah peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) Hwasong-15. Sejak November dua tahun itulah, Kim mulai membuka diri kepada dunia yang ditunjukkan dengan bertemu Trump sebanyak dua kali. Yakni pada 2018 dan 2019 ini.

Di hari kedua kunjungannya ke Jepang, Trump menjalankan 'diplomasi golf' dengan PM Shinzo Abe.Diplomasi ini bertujuan untuk melicinkan diskusi soal hubungan dagang, utamanya terkait komoditas daging sapi.

Seperti dilansir Rueters, Minggu (26/5), Trump disebut tidak senang dengan surplus neraca perdagangan Jepang yang tinggi. Sehingga, dia mempertimbangkan untuk menaikkan tarif tinggi pada ekspor mobil, apabila perjanjian perdagangan bilateral tak menemui kata sepakat. Seperti diketahui AS dan China saat ini sedang terlibat dalam perang dagang yang telang menggempur pasar keuangan dunia.

"Kemajuan besar dibuat dalam negosiasi perdagangan kami dengan Jepang. Pertanian dan daging sapi dalam permainan, "tweet Trump usai tiba kembali ke Tokyo. "Banyak yang akan menunggu sampai setelah pemilihan Juli mereka di mana saya mengantisipasi sejmlah besar," lanjutnya.

Di lapangan golf, Trump dan Abe tampak tersenyum kompak ke arah fotografer. Trump memakai sweater merah sementara Abe mengenakan blazer biru dan celana putih. Lantas, Abe memposting foto selfie di lapangan saat bersama Trump. Abe berharap bisa membuat aliansi Jepang-AS semakin tak tergoyahkan.

Burger keju yang terbuat dari daging sapi impor AS juga disajikan secara khusus untuk menu makan siang mereka usai bermain golf. Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan dalam pernyataan tertulisnya, Abe dan Trump terlibat dalam diskusi yang bersahabat dan nyaman. "Mereka memperdalam persahabatan mereka di tengah suasana yang nyaman," demikian pernyataan Kemlu Jepang.
Sebelumnya, dalam agenda hari pertamanya di Jepang, Donald Trump berencana bertemu Kaisar Naruhito yang baru naik takhta, serta menghadiri pertemuan sumo. (Detikcom/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments