Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Luar Negeri
  • Trump Marah Disebut Lari ke Bunker Saat Demo di Gedung Putih

Trump Marah Disebut Lari ke Bunker Saat Demo di Gedung Putih

Rabu, 03 Juni 2020 17:30 WIB
cnnindonesia.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Jakarta (SIB)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan marah dengan pemberitaan media yang mengatakan ia bersembunyi di ruang perlindungan bawah tanah (bunker) ketika ada aksi protes atas kematian George Floyd di luar Gedung Putih pada Jumat (29/5) malam.

Seorang sumber dekat kepada CNN mengatakan jika Trump marah dan mengatakan kepada para pembantu di Gedung Putih untuk terlihat di luar Gedung Putih, Senin (1/6) usai aksi demo yang berujung kerusuhan disertai aksi penjarahan.

Trump pada Senin dilaporkan berjalan kaki dari Gedung Putih ke Gereja St. John yang menjadi sasaran vandalisme dan amuk massa. Sesaat sebelumnya ia memberikan pernyataan sebagai respons atas aksi demo berujung kerusuhan dan penjarahan di Washington DC.

"Saya akan memberikan penghormatan ke tempat yang sangat, sangat istimewa," ujar Trump di Gedung Putih.
Tak lama sebelum Trump memberikan pernyataan kepada awak media, polisi melepaskan gas air mata dan menembakkan peluru karet untuk membubarkan massa yang menggelar aksi demo.

Mengutip CNN, sumber mengatakan para ajudan pada Jumat lalu membawa Trump ke perlindungan bawah tanah (bunker) dan berlindung selama satu jam saat demonstran kematian George Floyd mengepung Gedung Putih.

Setelah itu Trump dibawa ke ruangannya ketika situasi sudah terkendali. Mereka juga membawa ibu negara, Melania, dan anak bungsu Trump, Barron, ke bunker.

"Jika status keamanan di Gedung Putih sudah mencapai merah, maka presiden harus dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat (EOC). Melania Trump, Barron Trump dan seluruh anggota keluarga presiden juga harus dipindahkan," kata sumber itu.(CNNI/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments