Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Trump Beri Sinyal Gelar Pertemuan Ketiga dengan Kim Jong Un

Trump Beri Sinyal Gelar Pertemuan Ketiga dengan Kim Jong Un

admin Sabtu, 13 April 2019 15:26 WIB
dailymail
Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Presiden Korsel Kim Moon Jae-in yang didampingi Ibu Negara AS Melania dan Ibu Negara Korsel Kim Jung-sook di South Portico, Gedung Putih, Kamis (12/4).
Washington (SIB) -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Hal itu dilakukan untuk membahas persoalan denuklirisasi, yang pada pertemuan terakhir di Vietnam gagal disepakati. Hal itu disampaikan dalam pertemuannya bersama Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, Jumat (12/4).

"Kami akan membahas itu dalam pertemuan potensial, pertemuan lanjutan bersama Korea Utara dan Kim Jong-un," kata Trump di Ruang Oval, Gedung Putih. Trump dan Kim Jong Un sudah dua kali bertemu. Yakni di Singapura pada 2018 dan di Hanoi, Vietnam pada Februari lalu. Trump berharap pertemuan ketiga dengan Jong-un bisa menemukan jalan keluar.

Baik Trump dan Moon sama-sama ingin merangkul Korea Utara. Trump menyatakan masih ada harapan soal perdamaian dengan Korea Utara. "Saya menikmati KTT dan saya senang bersama Kim," tutur Trump. "Kim merupakan orang yang saya kenal baik, saya hormati, dan saya percaya dalam waktu-waktu ini, hal luar biasa akan terjadi. Saya kira Korea Utara punya potensi luar biasa," Trump menegaskan.

Konferensi Tingkat Tinggi AS-Korut di Vietnam berakhir tanpa hasil. Trump juga tidak mengurangi sanksi bagi Korea Utara. Kim sebelumnya menginginkan pengurangan sanksi ekonomi sebagai ganti jika dia melakukan denuklirisasi.

Tak lama berselang, serangkaian citra satelit menunjukkan peningkatan aktivitas di situs peluncuran rudal Sohae di Korut. Hal itu memicu reaksi dunia dengan menyebut Korut masih melanjutkan pengembangan rudal antarbenua dan hulu ledak nuklir. Meski sanksi masih diberlakukan, Trump menentang pengetatan sanksi kepda Korut. "Ada pilihan menambah (sanksi) secara signifikan tapi saya tidak ingin melakukan itu," ucapnya.

Harry Kazianis, direktur Kajian Korea di Center of the National Interest, mengatakan bahwa lawatan Moon ke Washington memiliki dua tujuan. Pertama, kata Kazianis, Moon "ingin memastikan pembicaraan antara Pyongyang dan Washington berlanjut."

Ia mengatakan hal minimum yang perlu dicapai Moon dalam lawatan itu adalah membuat kedua pihak tetap berdialog" dan memuluskan prosesnya. Kazianis berpendapat presiden Korea Selatan akan benar-benar berusaha dan berbuat untuk melihat apakah kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan pendapat.

Hal tersebut dianggap mungkin saja terjadi. Sewaktu berbicara pekan lalu dalam acara televisi CBS This Morning, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan saluran-saluran diplomatik tetap dibuka dan ada percakapan terus menerus setelah pertemuan Hanoi mengenai cara untuk melangkah maju.

Selain itu, Pompeo mengatakan ia "yakin" akan ada pertemuan puncak ke-tiga antara kedua pemimpin, kemungkinan dalam beberapa bulan mendatang. Namun demikian, Pompeo tidak memberikan rinciannya. (CNNI/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments