Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Transisi Kekuasaan ke Anwar Ibrahim, Mahathir Mengaku Belum Membicarakannya

Transisi Kekuasaan ke Anwar Ibrahim, Mahathir Mengaku Belum Membicarakannya

admin Sabtu, 05 Oktober 2019 15:15 WIB
Facebook Anwar Ibrahim
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, pada 20 Juni 2019. Mahathir mengaku belum ada pembicaraan mengenai transisi kekuasaan kepada Anwar Ibrahim.
Kuala Lumpur (SIB) -Teka-teki penyerahan kekuasaan dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ke Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim berlanjut. Pasalnya, Mahathir melontarkan pernyataan kontroversial di mana dia dengan gamblang mengaku belum ada pembicaraan mengenai transisi. "Kami belum mendiskusikannya," ujar perdana menteri yang akrab disapa Dr M itu kepada media Malaysia, The Star, Kamis (3/10).

Pemimpin terpilih tertua dunia itu melanjutkan, sangat sulit baginya memutuskan kapan tanggal untuk menyerahkan kursi PM kepada Anwar Ibrahim. "Kita harus mempelajari keadaan. Sulit bagi saya untuk memutuskan jika masih ada tugas saya yang baru setengah selesai atau belum selesai." tutur politisi berusia 94 tahun itu.

Anwar kemudian memberikan tanggapan berupa bantahan apa yang disampaikan oleh mantan musuh politiknya tersebut. Anwar menegaskan, pembicaraan mengenai penyerahan kursi PM Malaysia sudah dibahas dengan ketua koalisi Pakatan Harapan tersebut. "Jelas ada pembicaraan walau itu tergantung kepada interpretasi. Mengatakan tidak ada pembicaraan adalah hal yang tidak benar," tegasnya.

Anggota parlemen dari distrik Port Dickson itu berujar, kesepakatan sudah tercapai pada Januari 2018 sebelum pemilu yang mengantarkan Pakatan ke pucuk kekuasaan. Meski begitu, politisi berumur 72 tahun tersebut mengakui memang belum ada tanggal yang disepakati. "Belum ada tanggal, itu akan didiskusikan lagi," ucapnya.

Mantan deputi Mahathir pada periode 1993-1998 itu mengutarakan bahwa dia tidak ragu sedikit pun dengan komitmen ekas atasannya tersebut. "Saya gembira dengan komitmen yang Tun Dr Mahathir sering sampaikan. Saya dapat menjamin beliau akan memenuhi janjinya menyerahkan kekuasaan ke saya," jelasnya. Anwar meminta masyarakat dan media agar tidak terus menekan Mahathir mengenai kapankah dia akan mundur. Dia juga rutin bertemu Mahathir setiap pekan. "Saya pikir lebih baik jika mengenai tanggal tidak perlu terus diperdebatkan karena akan membuat Tun Dr Mahathir menjadi tidak efektif memimpin Malaysia," pintanya.

Rencana suksesi antara Mahathir dan Anwar terus menjadi pertanyaan besar lantaran Mahathir berkali-kali mengubah jawaban mengenai kapan dia akan menyerahkan tampuk kekuasaan. Selain itu, juga muncul pertanyaan apakah Mahathir sungguh-sungguh menginginkan Anwar menjadi penerusnya. Mahathir disebut-sebut lebih menginginkan Menteri Ekonomi Azmin Ali sebagai suksesornya. Seperti diberitakan, Koalisi Pakatan Harapan telah sepakat bahwa Mahathir akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar setelah dua tahun menjabat, yakni pada bulan Mei tahun 2020. (kps/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments