Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Tolak Dialog Berdamai dengan Korsel, Korut Kembali Luncurkan Rudal

Tolak Dialog Berdamai dengan Korsel, Korut Kembali Luncurkan Rudal

admin Minggu, 18 Agustus 2019 14:42 WIB
dailymail
Pemimpin Korut Kim Jong Un bersama para jenderalnya, bertepuk tangan saat menyaksikan peluncuran dua rudal dari lokasi yang dirahasiakan, Jumat (16/8). Korut menolak ajakan damai Korsel menyusul keputusannya menggelar latihan militer bersama AS.
Pyongyang (SIB) -Korea Utara kembali meluncurkan dua proyektil yang diduga rudal balistik jarak pendek ke perairan Laut Timur, Jumat (16/8). Militer Korea Selatan menyebut rudal itu diluncurkan dari wilayah kota Tongchon dan terbang sejauh 230 kilometer sebelum jatuh ke laut.

Surat kabar resmi Rodong Sinmun, mempublikasikan foto-foto seperti rudal dari peluncur, yang dipasang pada kendaraan dan menyerang target. Pemimpin Korut Kim Jong-un terlihat dengan gembira saat merayakannya dengan pejabat militer.

"(Kim) berkata bahwa setiap orang harus ingat bahwa itu adalah rencana inti partai (yang berkuasa), dan tekad yang tak tergoyahkan untuk membangun kekuatan yang cukup kuat untuk mencegah pasukan yang berani memprovokasi kita, dan untuk meninggalkan lawan yang tidak berdaya melawan senjata kami yang memiliki kekuatan absolut bahkan dalam situasi bentrokan fisik," sebut agensi itu.

Peluncuran keenam dalam sebulan terakhir ini diluncurkan setelah Komite Perdamaian Korut menolak ajakan dialog perdamaian yang disampaikan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada pidato Hari Kebebasan kemarin.

Kim Jong-un menggambarkan tes itu sebagai "peringatan serius" bagi Korea Selatan. Korut menyebut Moon "kurang ajar" karena berharap pembicaraan reunifikasi berlanjut sedangkan latihan militer gabungan Korsel dan Amerika Serikat masih berjalan.
"Pidatonya layak disebut 'pidato peringatan bodoh'. Kami tidak lagi punya hal yang harus dibicarakan dengan pihak Korsel atau terpikir duduk bersama mereka lagi," ujarnya.

Korsel melalui Kementerian Unifikasi membalas komentar Korut, dan menganggapnya "tidak konsisten" dengan semangat antar Korea termasuk Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani April tahun lalu. "Kami ingin memperjelas komentar-komentar tersebut tidak membantu meningkatkan hubungan antar Korea," kata salah satu pejabat.

Empat tes rudal sebelumnya dilakukan atas respons mulainya latihan militer gabungan Korsel dan AS yang disimulasikan melalui komputer di Semenanjung Korea pada Selasa lalu. Kim Jong-un, dikutip KCNA, mengatakan peluncuran tersebut sebagai "peringatan keras terhadap latihan militer gabungan yang sedang berlangsung".

Dua hari setelah tes rudal, Presiden AS Donald Trump menerima surat tiga halaman dari Kim yang menentang latihan militer gabungan. Trump hanya merespons dengan keinginan pertemuan tingkat tinggi dengan Korut.

Uji coba senjata baru itu dilakukan sebelum utusan khusus AS untuk Korea Utara melakukan perjalanan ke Jepang dan Korea Selatan. Kunjungan itu akan berlangsung minggu depan, dalam pembicaraan mengenai denuklirisasi Utara.

Korea Utara mengatakan pembicaraan nuklir akan "ketat" antara Pyongyang dan Washington, menolak untuk mengadakan dialog terpisah dengan Korea Selatan. "Kami tidak memiliki apa pun untuk berbicara lagi dengan pihak berwenang Korea Selatan atau tidak punya ide untuk duduk bersama mereka lagi," kata Korut. Washington, sekutu keamanan Seoul, menempatkan hampir 30.000 tentara di Korea Selatan untuk mempertahankannya dari tetangganya. (CNNI/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments