Senin, 16 Des 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Tiga Anak Kecil Ditusuk di Belanda, Polisi Buru Pelakunya

Tiga Anak Kecil Ditusuk di Belanda, Polisi Buru Pelakunya

redaksi Minggu, 01 Desember 2019 21:24 WIB
news.detik.com
Ilustrasi penusukan
Den Haag (SIB)
Polisi Belanda menyatakan, mereka memburu pelaku yang menikam tiga anak kecil di kawasan perbelanjaan Den Haag. Insiden pada Jumat malam waktu setempat (29/11) itu terjadi beberapa jam setelah aksi teror London Bridge, Inggris. Pada pukul 20.53 waktu lokal, beredar foto di Twitter bahwa polisi Belanda menahan dan memborgol seorang pria. Kemudian dilansir Daily Mirror, muncul laporan lagi bahwa seorang pria ditahan, dengan polisi mengamankan pisau yang dibawanya.

Tetapi dalam kicauannya pukul 21.20, Kepolisian Den Haag mengumumkan bahwa mereka masih memburu pelaku penusukan. Kemudian dalam kicauan pukul 21.52, polisi menyatakan tiga korban merupakan anak kecil dengan otoritas menghubungi keluarganya. "Ketiga korban penusukan sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit," jelas polisi dalam twit pukul 22.57 waktu setempat. "Saat ini, kami menerima berbagai masukan mengenai penyebab serangan," terang juru bicara polisi kepada media lokal, ANP.

Insiden penikaman itu dilaporkan terjadi di pusat perbelanjaan Hudson's Bay di Grote Marktstraat, area belanja terbesar di sana. Media NOS mengutip keterangan saksi mata yang mengatakan, dia melihat dua anak di antaranya keluar setelah ditusuk. "Saya melihat gadis-gadis itu menjerit dan keluar, dengan seorang pria melompati bangku. Dia seperti cheetah," ujarnya dikutip AFP.

Penegak hukum sempat memberikan deskripsi bahwa pria itu berusia antara 40-50 tahun. Tapi mereka menariknya, dan mengaku masih menyelidikinya. Dalam pencarian untuk menemukan pelakunya, polisi mengerahkan helikopter dengan sejumlah kendaraan evakuasi disiagakan. Penusukan itu terjadi di dekat gedung parlemen Belanda, serta markas bagi sejumlah organisasi internasional.

Insiden itu terjadi setelah teror London Bridge di mana dua orang tewas ditikam, dengan tiga lainnya terluka. Pelaku yang disebut bernama Usman Khan terekam dibekuk beramai-ramai oleh pengguna jalan, dan ditembak mati oleh polisi saat mencoba berdiri. Kepolisian Metropolitan London berujar, Khan sebelumnya pernah dipenjara selama delapan tahun karena berusaha mengebom London Stock Exchange. (Daily Mirror/AFP/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments