Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Luar Negeri
  • Tentara AS Tewas dalam Serangan, Trump Batalkan Negosiasi Damai dengan Taliban

Tentara AS Tewas dalam Serangan, Trump Batalkan Negosiasi Damai dengan Taliban

admin Senin, 09 September 2019 17:49 WIB
Trump
WASHINGTON (SIB) -Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan negosiasi damai dengan Taliban, setelah seorang tentara AS menjadi korban tewas dalam serangan di Afghanistan. Trump juga mengungkapkan telah membatalkan rencana pertemuan rahasia dengan para pemimpin Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, yang dijadwalkan digelar Minggu (8/9) di Kamp David.

Keputusan pembatalan yang diumumkan Trump itu kembali menunda pencapaian kesepakatan penting yang mungkin dapat mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 18 tahun di Afghanistan. "Tanpa sepengetahuan banyak orang, para pemimpin utama Taliban, dan secara terpisah, Presiden Afghanistan, secara rahasia akan bertemu dengan saya di Kamp David pada hari Minggu. Mereka akan datang ke AS malam ini," tulis Trump dalam twitnya.

"Namun sayangnya, dalam membangun kepercayaan palsu, mereka mengakui serangan di Kabul yang telah membunuh seorang tentara hebat kami, bersama dengan 11 orang lainnya. "Saya dengan segera membatalkan pertemuan dan membatalkan negosiasi damai," lanjut Trump menyinggung proses pembicaraan yang telah berlangsung selama satu tahun. "Orang macam apa yang tega membunuh begitu banyak orang hanya demi memperkuat posisi tawar mereka?" tambah Trump dalam twitnya, Minggu (8/9).

Seorang tentara AS dan beberapa anggota asal Rumania tewas dalam serangan bom mobil di Kabul pada Kamis (5/9). Serangan tersebut diklaim oleh Taliban, di tengah proses negosiasi seorang utusan AS tentang penarikan ribuan tentara Amerika. Sementara Trump dijadwalkan untuk bertemu Taliban di Kamp David, lokasi yang juga digunakan dalam pembicaraan rahasia oleh Jimmy Carter saat menengahi perdamaian Israel dengan Mesir, pada 1978.

Pertemuan itu awalnya diagendakan untuk digelar sebelum peringatan 18 tahun serangan 11 September, yang memicu invasi AS ke Afghanistan. Pengumuman mendadak di Twitter itu turut mengejutkan Washington, yang tidak menduga akan dilakukan Trump.

"Gagasan bahwa Trump berencana menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Taliban di Kamp David adalah kejutan yang agak besar," kata Laurel Miller, yang sempat menjadi perwakilan khusus AS di Afghanistan dan Pakistan pada masa awal pemerintahan Trump.

"Mengapa serangan mematikan di Kabul pada Kamis lalu menjadi alasan untuk membatalkannya, mengingat sejumlah serangan Taliban baru-baru ini juga tidak jelas," lanjutnya, yang kini menjabat sebagai direktur Asia untuk International Crisis Group.

Pertanyaan tentang gagasan pertemuan Trump dengan para pemimpin Taliban di Kamp David juga datang dari anggota kongres AS dari demokrat, Tom Malinowski. "Semua orang tahu mereka (Taliban) terus menerus melakukan serangan teror. Namun saya lega presiden membatalkan lelucon (pertemuan) itu dan berharap keputusan yang baik ini tetap bertahan," ungkap Malinowski.

AS sebelumnya dikabarkan menjanjikan untuk menarik sekira 5.000 tentaranya dan menutup lima pangkalannya di Afghanistan, jika kesepakatan damai dengan Taliban tercapai. Sementara Taliban akan berkomitmen untuk menjaga Afghanistan agar tidak digunakan oleh kelompok militan untuk merencanakan serangan terhadap AS maupun sekutunya.

Janji tersebut disampaikan kepala perundingan AS Zalmay Khalilzad, yang telah melakukan pembicaraan damai dengan Taliban dalam beberapa bulan terakhir. Namun kesepakatan itu masih membutuhkan persetujuan dari Trump sebelum dapat ditandatangani kedua belah pihak. Kini kelanjutan kesepakatan itu kembali menjadi tanda tanya, menyusul pengumuman mengejutkan yang dilakukan Trump. (AFP/kps/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments