Minggu, 05 Apr 2020
  • Home
  • Luar Negeri
  • Tangkis Imbas Corona, Trump 'Suntik' Warga AS Rp 16 Juta/Orang

Tangkis Imbas Corona, Trump 'Suntik' Warga AS Rp 16 Juta/Orang

Senin, 23 Maret 2020 21:46 WIB
Foto: Reuters

Presiden AS Donald Trump

Jakarta (SIB)
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin mengatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan memberikan bantuan kepada warga AS. Bantuan itu berupa US$ 1.000 atau Rp 16 juta (Kurs Rp 16.000/US$) per orang dewasa dan US$ 500 (Rp 8 juta) per anak dalam menghadapi dampak virus corona (Covid-19).

"Bantuan akan dibagi menjadi dua bagian besar, yakni US$ 1.000 (Rp 16 juta) per orang dewasa dan US$ 500 (Rp 8 juta) per anak. Jadi rata-rata keluarga terdapat empat anggota, bantuan yang dikirimkan sebesar US$ 3.000 (Rp 49 juta) " jelas Mnuchin saat menjabarkan rincian rencana administrasi, dikutip dari CNBC Kamis (19/3).

Mnuchin menjelaskan, total bantuan yang sudah dibahas bersama pimpinan Kongres AS sejumlah US$ 500 miliar. Mnuchin menambahkan, bantuan ini dikirimkan sebagai bagian dari paket stimulus besar-besaran untuk menumpulkan dampak dari krisis virus corona.

Proposal administrasi Trump dibuat ketika stok kebutuhan terus turun, pengangguran mulai meningkat dan jumlah orang di AS yang terinfeksi dan meninggal akibat corona (covid-19) terus berkembang. Bantuan ini akan dikeluarkan setelah Kongres menyetujui dan langsung dikeluarkan dalam tiga minggu.

"Begitu Kongres meloloskan ini, kami mengeluarkan ini dalam tiga minggu. Dan, enam minggu kemudian, jika presiden mengatakan, saat ini masih darurat corona secara nasional, kami akan memberikan US$ 3.000 lagi, "kata Mnuchin.

Mnuchin juga mengatakan, bahwa AS akan memberi bantuan untuk usaha kecil di AS sebesar US$ 300 miliar. Sebesar US$ 200 miliar akan dialokasikan untuk fasilitas serta pinjaman yang dijamin untuk maskapai dan industri penting lainnya yang terdampak krisis akibat virus corona.

Rencana pemerintah AS tersebut mungkin menghadapi pertentangan di Capitol Hill.
"Mengirim bantuan berupa uang satu atau dua kali saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang kehilangan pekerjaan mereka," kata Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, D-N.Y., Rabu (18/3).

Schumer menyarankan, sebaiknya bantuan itu berbentuk asuransi pengangguran dan itu diperluas khususnya untuk orang Amerika. Hal ini akan memberikan efek lebih penting dan pengamanan keadaan jauh lebih besar dalam situasi krisis corona ini.
Selain itu, Trump telah menyetujui beberapa paket bantuan darurat yang bertujuan memperlambat penyebaran virus dan membantu orang Amerika yang kehilangan pekerjaan.

Semakin banyak kota dan negara telah melarang pertemuan besar dan telah memaksa banyak bisnis untuk membatasi layanan mereka, memicu kekhawatiran bahwa pengangguran akan terus bertambah.

Awal bulan ini, Trump menandatangani undang-undang tagihan US$ 8,3 miliar (Rp 135 triliun) yang sudah didukung oleh Kongres.
Trump menandatangani paket tambahan US$ 100 miliar (Rp 1.600 triliun) yang mencakup ketentuan cuti darurat berbayar bagi para pekerja serta untuk warga yang ingin test corona secara gratis. (detikfinance/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments